Pengertian Syair dan Contohnya

Pada tajuk pengertian kali ini kita akan membahas salah satu dari jenis puisi, syair.

Apa yang dimaksud syair itu?

Bila kita mendapat pertanyaan tersebut, bisa diartikan bahwa Syair merupakan salah satu jenis puisi. Kata Syair sendiri berasal dari bahasa Arab, syu’ur yang berarti perasaan. Dan kata syu’ur sendiri berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti puisi. Kata syair sendiri dalam kesusastraan melayu merajuk pada pengertian puisi secara umum. Meski begitu, pada perkembanganya syair mengalami perubahan dan membuat syair hadir dengan bentuk sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi.

Pengertian Syair

Pada Perkembangan syair di Asia Tenggara, perubahan dan modifikasi terjadi yang membuatnya menjadi khas dan tidak lagi mengacu pada tradisi dan sastra syair dari Arab. Ini biasa diartikan bahwa pengertian syair adalah salah satu puisi khas Melayu yang bila dilihat basisnya berasal dari Arab. Salah satu penyair yang terkenal adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya seperti Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.

Syair sendiri adalah puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama. Penyair menggunakan syair untuk melukiskan berbagai keadaan atau sebuah cerita, nasihat, agama, cinta, dan lain-lain. Oleh karena itu, bait-bait dalam syair sangat banyak.

Dilihat dari struktur fisiknya, syair terikat oleh jumlah baris pada satu baris, jumlah suku kata dalam satu baris, jumlah bait pada setiap puisi, dan aturan pada rima dan ritma.

Ciri-Ciri Syair

Dalam membuat dan melihat sebuah, syair, kita akan melihat suatu kemiripan diantara syair lainnya meski isi yang diterangkan berbeda. Ciri-ciri dan kesamaan syair itu seperti;

  • Syair terdiri atas empat baris/larik dalam setiap bait.
  • Syair tidak memiliki sampiran, seperti halnya dalam pantun. Dengan kata lain, semua baris mengandung isi dan makna.
  • Syair tidak selesai dalam satu bait.
  • Makna syair ditentukan oleh bait-bait berikutnya (hampir sama dengan paragraf dalam cerita).
  • Pola rimanya a-a-a-a (rima sama).
  • Irama terjadi pada setiap pertengahan baris antara empat hingga enam suku kata.

Berdasarkan pada isinya, syair dapat digolongkan pada beberapa kelompok, seperti;

  1. Syair Panji: Syair panji adalah syair yang berisi/bercerita tentang keadaan yang terjadi dalam istana (kerajaan), keadaan orang-orang yang ada atau berasal dari dalam istana. Contohnya “Syair Ken Tambunan”.
  2. Syair Romantis: Syair romantis adalah syair yang berisi tentang percintaan pelipur lara, cerita rakyat. Contohnya, “Syair Bidasari”.
  3. Syair Kiasan: Syair kiasan adalah syair yang menceritakan tentang percintaan antara ikan, burung, bunga, atau buah-buahan yang semuanya itu hanyalah simbolik yang terkandung di dalamnya, kiasan atau sindiran kepada peristiwa tertentu. Contohnya, “Syair Burung Pangguk”.
  4. Syair Sejarah: Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah terpenting, misalnya tentang peperangan. Contoh, “Syair Perang Mengkasar”.
  5. Syair Agama: Syair agama adalah syair yang mengandungi tema ajaran ilmu tasawuf. Syair agama tergolong syair terpenting, terbagi menjadi empat, yaitu syair sufi, syair tentang ajaran Islam, syair riwayat Nabi, dan syair nasihat.

Contoh Syair

Dalam membuat ataupun mempelajari syair, tidak ada salahnya kita untuk melihat dan membaca berbagai contoh syair yang sudah ada. Baik itu dari tema berbentuk nasihat, agama, pendidikan, cinta, dan lain-lain. Berikut ini kami sajikan beberapa contoh syair tersebut:

Contoh Syair Pendidikan

(Bait 1) “Dengarlah wahai anakanda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu tiada pernah habis dieja
sebagai bekal sepanjang usia”

(Bait 2) “Dengan ilmu engkau terjaga
Dari suramnya waktu dan masa
Cemerlang akan senantiasa
Menyinari dirimu di masa dewasa”
(Ole: Gina Hayana)

Makna Syair Pendidikan diatas :

Secara umum, syair pendidikan diatas berisikan pesan untuk para pelajar khususnya tentang pentingnya belajar dan mencari ilmu.

Pada bait pertama pengarang memberikan nasihat agar tidak pernah berhenti belajar dan menuntut ilmu. Selanjutnya pada bait kedua dijelaskan bagaimana manfaat ilmu untuk kehidupan dan masa depan.

Contoh Syair Agama

“Bertaubatlah setelah berbuat salah
Karena kita makhluk yang lemah
Bantu aku dan tuntunlah
Untuk menggapai surgamu yang indah”

Oleh: Rizki Muhamad Iqbal dan Ninda Ika Julyanti

Makna Syair:

Secara umum syair diatas berisikan pesan pada pembaca untuk bertaubat setelah berbuat salah mengingat kita di dunia ini berstatus sebagai makhluk ciptaannya yang lemah maka meminta bantualah kepada penciptamu untuk menggapai surgan-Nya.

Contoh Syair Nasehat

“Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.”

Oleh: Hamzah Fanzuri

Makna Syair Nasihat diatas:

Pada syair di atas penulis bermaksud mengajak pemuda pemudi untuk mengenali diri sendiri. Beliau mengibaratkan manusia seperti perahu dalam perjalanan dan mengingatkan kepada pembaca khususnya bahwa tujuan akhirnya adalah akhirat.

Contoh Syair Persahabatan

“Aku sedih, kau menghibur
Aku kecewa, kau membuat ku senang
Dan bila aku tak bisa
kau pun mengajari

Sahabat,..
Kau bagai malaikat bagiku
Kau bagaikan bidadari untukku
Semua kebajikan ada padamu

Sahabat..
Satu pintaku untukmu
Yaitu janji selalu erat
Tak pernah terpisah
Seumur hidup kita”

Oleh: Habib Rayhan Gunawan

Makna Syair Pesahabatan di atas:

Makna secara umum contoh syair persahabatan di atas adalah bertemakan tentang persahabatan sejati, sahabat yang menghibur dikala sedang sedih, sahabat yang mengingatkan dalam kebaikan.

Contoh Syair Panji

“Adapun akan mangkunegara
Rasa gundah tiada lagi terkira
Belas memandang Raja Putra
Semuanya sudah berada dalam penjara

Sungguh ia bersuka-suka
Dalam hatinya gundah tiada berketika
Sangat pandai menyamarkan duka
Tiada rupa memandang muka

Jikalau memandang saudaranya
Di dalam penjara yang ketiganya
Berlinang-linang air matanya
Seboleh-bolehnya disamarkannya

Daripada ia tiada takutnya
Pada Prabu Nata ratu bangsawan
Hati yang gundah diliburkan
Dibawanya dengan bersesukaan”

Makna syair panji diatas:

Mangkunegara sedih melihat semua raja putra masuk dalam penjara. Beliau terlihat senang tapi hatinya sangat sedih. Ia sangat pandai dalam menyembunyikan perasaannya.

Ketika ia melihat ketiga saudaranya yang berada di penjara ia pun menangis namun disembunyikan supaya tidak diketahui oleh Ratu prabu nata. Ia juga ikut bersenang-senang agar bisa menyembunyikan kesedihannya.

Contoh Syair Sejarah

“Bermula kalam kami tuliskan
Segenap daya pikiran dicurahkan
Untuk menyusun syair kesejarahan
Merangkai kejadian dengan cara berurutan

Adapun nama syair yang akan dituliskan
Kerajaan Negaradipa di Kalimantan Selatan
Sebagai sumber bahan pengetahuan
Untuk Sahabat, Kawan sekalian

Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan
Tidak berupa barang bertuliskan
Namun bekas kerajaan tersebut dapat dibuktikan
Menurut penelitian ahli para sejarawan

Bekas kerajaan yang dapat disebutkan
Seperti Candi Agung sebagai bukti peninggalan
Letaknya di daerah Amuntai sudah dipastikan
Pemugarannya pun sudah dilakukan

Mangkubumi saudagar kaya
Kerabat raja yang sangat bijaksana
Berputra seorang elok rupanya
Empu Jatmika konon namanya

Empu Jatmika terus bertambah usianya
Hingga dewasa menjadi cendikia
Dikawinkan dengan Sira Manguntur namanya
Putri cantik pintar dalam bertutur kata

Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat
Kakak beradik tampan gagah muda belia
Itulah namanya putra Empu Jatmika
Sama elok sama tampan sama pandainya”

Makna Syair:

Secara garis besar contoh syari sejarah diatas berisikan tentang sejarah kerajaan Negaradipa yang berada di kalimantan selantan.

Contoh Syair Lingkungan

“Alam yang subur hampir mati
Zaman terlihat mengabaikan ini
Hati manusia keras bagaikan besi
Melambung jauh di atas kerusakan bumi

Kicauan burung akan menghilang
Saat menyambut datangnya siang
Akan tampak langit yang kosong
Akibat nafsu manusia yang sungguh sayang

Kekejaman itu hadir tanpa mereka sadari
Dengan majunya kehidupan ini
Kesadaran itu semakin tak terkendali
Dengan kerusakan-kerusakan di bumi

Musim berganti tak berurut lagi
Para petani akan merugi
Makanan pokok akan mati
Kami tidak akan bisa menikmati

Semua karena keserakahan manusia
Yang tak mendengar setiap kata
Seakan tak sadar akan menderita
Akibat perbuatan sesuka mereka

Keseimbangan bumi akan menghilang
Para penghuninya akan bernasib malang
Tak adanya kesadaran yang datang
Akan membuat bumi tak lagi terang

Kami butuh lingkungan
Lingkungan butuh kasih sayang
Hilangkan kerusakan di lingkungan
Musnahkan para penghalang

Cintai alam kehidupanmu
Agar tidak menjadi kacau
Lakukanlah atas keinginanmu
Tanpa batas waktu tertentu”

Oleh: Andi Utari Samsir

Leave a Comment