Pengertian Kata Serapan dan Contohnya

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang bisa dibilang sangat fleksible, hal ini dilihat dari bila bahasa lain memiliki suatu ‘kata’ yang tidak ada penggantinya langsung pada bahasa Indonesia maka tidak lama kemudian akan ada kata baru untuk mengartikannya. Berhubungan dengan itu, kali ini kita akan membahas pengertian kata serapan beserta contohnya.

Apa yang dimaksud dengan kata serapan?

Tidak ada bahasa yang tidak memiliki sifat dinamis, hal ini karena masyarakat sebagai pengguna bahasa itu sendiri terus mengalami perubahan yang secara langsung akan berpengaruh dengan bahasa yang digunakan. Bahasa Indonesia bisa dibilang merupakan bahasa yang terbuka dengan pembaruan sebagaimana terlihat di era modern dengan adanya proses penyerapan bahasa asing (bukan bahasa Indonesia) ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dengan banyaknya istilah baru yang bermunculan, seperti ‘unduh’ yang merupakan bahasa Indonesia dari kata ‘download’.

Meski begitu dalam perubahan bahasa dalam masyarakat, melewati proses dan tahapan penyerapan bahasa dan istilah. Untuk mengurai lebih lanjut, pada artikel ini kita akan memberikan pengertian tentang kata serapat. Tidak hanya itu, akan dijelaskan pula tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh suatu istilah baru, yang akan diserap ke dalam Bahasa Indonesia. Dan untuk membuat kita lebih paham, juga akan diberikan beberapa contoh kata serapan.

Pengertian Kata Serapan

Kata serapan dalam bahasa Indonesia adalah kata yang bersumber dari bahasa lain (bisa bahasa daerah/bahasa luar negeri) yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosa kata dan mencari padanan kata yang tepat. Dalam bahasa yang digunakan setiap masyarakat, tentunya memiliki setiap kata unik untuk mengungkapkan gagasan, perasaan, mengacu kepada suatu benda atau kejadian tersendiri. Hal itu akan menghadirkan kata-kata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, namun manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan sendirinya juga diperlukan kata baru.

Salah satu cara memenuhi keperluan itu—yang sering dianggap lebih mudah—adalah mengambil kata yang digunakan oleh masyarakat luar yang menjadi asal hal ihwal baru itu.

Akan tetapi cara pengucapan atau cara penulisan kata serapan itu harus disesuaikan dengan kaidah standar atau baku sesuai dengan EYD. Proses penyerapan itu bisa dilakukan dengan atau tanpa mengubah kata-kata asli dari bahasa asing, dan hanya menyesuaikan ejaan atau lafal.

Penyesuaian penyerapan bahasa itu dilakukan berdasarkan pada ketentuan berikut;

  • Istilah serapan yang dipilih lebih cocok karena konotasinya
  • Istilah serapan yang dipilih lebih singkat jika dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya.
  • Istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesia terlalu banyak sinonimnya.

Asal Kata Serapan

Penyerapan kata pada bahasa Indonesia bersumber dari berbagai bahasa, diantaranya adalah Arab, Belanda, China, Hindi, Inggris, Parsi, Portugis, Sanskerta-Jawa Kuna, dan Tamil. Namun di antara bahasa-bahasa di atas, ada beberapa yang tidak lagi menjadi sumber penyerapan kata baru yaitu bahasa Tamil, Parsi, Hindi, dan Portugis. Kedudukan bahasa itu digantikan oleh bahasa Inggris yang penggunanya lebih mendunia. Meski begitu saat ini rujukan kata serapan tidak hanya dari bahasa Inggris saja. Bahasa Jepang saat ini juga tampak memiliki potensi sebagai sumber penyerapan.

Kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Sanskerta-Jawa Kuna misalnya acara, bahtera, cakrawala, darma, gapura, jaksa, kerja, lambat, menteri, perkasa, sangsi, tatkala, dan wanita.

Contoh Kata Serapan

Sebagai pelengkap referensi tentang kata serapan, berikut disajikan beberapa contoh kata serapan:

No.Kata AsalKata SerapanBahasa Asal
1.AbadAbadArab
2.AlgozAlgojoPortugis
3.AcarAcarParsi
4.AlmanakAlmanakArab
5.AjianMantraJawa Kuno
6.AngkaraMurkaJawa Kuno
7.AmateurAmatirBelanda
8.AtleetAtletBelanda
9.ActorAktorInggris
10.AquariumAkuariumInggris
11.AllergyAlergiInggris
12.BallpointBolpenInggris
13.BallonBalonInggris
14.BoetiekButikBelanda
15.BalighBalighArab
16.BakiakBakiakChina
17.BancoBangkuPortugis
18.BoloBoluPortugis
19.CubaCobaJawa Kuno
20.ChocoladeCoklatBelanda
21.CoinKoinInggris
22.CommunityKomunitasInggris
23.CopySalinInggris
24.ConduciveKondusifInggris
25.DataDataInggris
26.DiscountDiskonInggris
27.DirectorDirekturInggris
28.DocentDosenBelanda
29.DurakaDurhakaJawa Kuno
30.DiwasaDewasaJawa Kuno
31.EncangPamanBelanda
32.EgoistischEgoisBelanda
33.EditionEdisiInggris
34.EmbryoEmbrioInggris
35.EssayEsaiInggris
36.ErosionErosiInggris
37.ExportEksporInggris
38.EtiquetteEtiketBelanda
39.EnzymeEnzimInggris
40.IjsEsBelanda
41..HotelHotelBelanda
42.GaremGaramJawa Kuno
43.IlmuIlmuArab
44.HalalHalalArab
45.HaramHaramArab
46.IstanaIstanaParsi
47.KadaiKedaiTamil
48.KahabarKabarArab
49.LafazhLafalArab
50.MaqalatunMakalahArab
51.RizqiRezekiArab
52.PettiPetiTamil
53.UlogamLogamTamil
54.ZakarotilSekaratArab
55.ZhalimLalimArab