Pengertian Break Even Point (BEP) Serta Rumus Cara Menghitung dan Contoh Soal

Pembahasan kali terkait pada bidang ekonomi, yaitu titik impas atau yang juga disebut break even point (BEP) yang menjadi salah satu hal penting dalam memulai bidang usaha.

Setiap memulai usaha, pastinya hal yang diinginkan adalah mendapatkan laba sebesar-besar. Untuk mendapatkan laba besar, ada tiga faktor yang menentukannya;

  1. biaya produksi,
  2. harga jual, dan
  3. banyaknya penjualan.

Biaya produksi suatu produk akan menentukan berapa harga jual produk itu sendiri. Harga jual juga akan menentukan berapa banyak produk yang akan dibeli nanti, karena konsumen sendiri juga pastinya ingin melakukan pembelian dengan harga serenda-rendahnya, berbeda dengan penjual yang ingin menjual dengan harga setinggi-tingginya untuk mendapatkan laba lebih tinggi.

Karena itu, harga jual produk sendiri menjadi satu hal penting karena secara langsung akan mempengaruhi jumlah penjualan itu sendiri. Dalam mencapai target laba itu, perusahaan pastinya membutuhkan pendekatan tersendiri dalam menentukan berapa jumlah minimum penjualan barang untuk paling tidak menutup pengeluaran. Titik tidak untung dan tidak rugi inilah yang disebut dengan titik impas atau break even point.

Pengertian BEP

BEP sendiri merupakan sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang sehingga tidak terdapat kerugian atau keuntungan (penghasilan = total biaya).

BEP merupakan salah satu indikator penting bila kita membuat usaha baik itu jasa maupun produk untuk menghitung berapa penghasilan yang dibutuhkan agar tidak mengalami kerugian.

Manfaat BEP (Break Even Point)

Perhitungan pendekatan Break Even Poin ini memiliki berbagai keunggulan yang tentunya membuat para perusahaan terus melakukannya dalam menentukan besaran laba yang bisa dicapai.

Fungsi BEP

  1. Jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Jumlah penjualan minimum ini berarti juga jumlah produksi minimum yang harus dibuat.
  2. Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh laba yang telah direncanakan atau dapat diartikan bahwa tingkat produksi harus ditetapkan untuk memperoleh laba tersebut.
  3. Mengukur dan menjaga agar penjualan dan tingkat produksi tidak lebih kecil dari BEP.
  4. Menganalisis perubahan harga jual, harga pokok dan besarnya hasil penjualan atau tingkat produksi. Sehingga analisis terhadap BEP merupakan suatu alat perencanaan penjualan dan sekaligus perencanaan tingkat produksi, agar perusahaan secara minimal tidak mengalami kerugian. Selanjutnya karena harus memperoleh keuntungan berarti perusahaan harus berproduksi di atas BEP-nya

Meski memiliki manfaat yang banyak, setiap metode atau pendekatan pastinya memiliki kelemahan tersendiri, dan untuk perhitungan BEP sendiri adalah pada jumlah jenis barang yang dihitung. Pada BEP, hanya dapat melihat satu jenis barang yang diproduksi atau dijual. Bila lebih dari satu macam, maka kombinasi atau komponen penjualan akan tetap konstan. Di era saat ini, untuk meningkatkan daya saing, perusahaan banyak yang menciptakan berbagai produk baru.

Kelemahan lain pada BEP adalah harga jual barang tidak berubah berapapun jumlah barang yang dijual. Beberapa hal itu membuat sulit perhitungan BEP pada dunia nyata.

Dalam mencari titik impas atau BEP, ada beberapa faktor yang perlu diketahui terlebih dahulu;

  • Tingkat laba yang menjadi target dalam suatu periode
  • Kapasitas produksi yang tersedia
  • Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, seperti biaya tetap dan biaya variable.

Menghitung BEP

Perhitungan BEP sendiri memiliki beberapa pendekatan. Untuk dasar sendiri menggunakan;

Rumus Perhitungan BEP berdasarkan Unit

  • TR : Pendapatan total/Total Revenue
  • TC : Biaya total/Total Cost
  • TFC: Biaya tetap total
  • P :Harga
  • V :Biaya variabel per unit
  • X : Jumlah Unit BEP

Contoh Menghitung BEP berdasarkan Unit.

Misal kita menghitung BEP sebuah usaha frenchise ayam goreng. Model awal yang dikeluarkan untuk memulai usaha adalah Rp 21 juta. Biaya produksi setiap 1 potong ayam goreng adalah Rp 5000, yang sudah termasuk dengan ongkos minyak goreng, tepung, bumbu, ongkos kerja dan biaya lainngya. Per potong, ayam goreng itu dijual dengan harga Rp 8000,. Jadi berapa perhitungan BEP usaha ayam goreng itu?

BEPunit : X = TFC / ( P – V)

= Rp 21.000.000 / ( Rp 8.000 – Rp 5.000) = 7.000 unit(potong)

Lalu berapa lama usaha itu perlu berlangsung untuk mendapatkan BEP? Itu sendiri tergantung dari jumlah penjualan. Bila per hari mampu menjual sebanyak 20 potong ayam, maka 7.000/20 = 350 hari. Kalau bisa laku 35 potong perhari maka 7.000/35 = 200 hari, dan seterusnya.

BEPRupiah = 7.000 x Rp 8.000 = Rp 56.000.000 .

Rumus Perhitungan BEP Berdasarkan Nilai

  • FC : Biaya Tetap
  • P : Harga jual per unit
  • VC : Biaya Variabel per unit

Dalam menghitung BEP sendiri, ada 3 elemen penting, yaitu;

  1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya tetap yang harus dikeluarkan dengan jumlah yang sama baik usaha tetap beroperasi atau tidak, seperti untuk menyewa tempat usaha, peralatan, komputer dll.
  2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 unit terjual, kita perlu membayar komisi salesman, biaya antar, biaya kantong plastik, biaya nota penjualan, dll.
  3. Harga penjualan yaitu harga yang kita tentukan dijual kepada pembeli

Contoh Soal 2

Diketahui PT. Aman Makmur memiliki usaha di bidang alat perkakas martil  dengan data sebagai berikut :

  1. Kapasitas produksi yang mampu dipakai 100.000 unit mesin martil.
  2. Harga jual persatuan diperkirakan Rp. 5000,- unit
  3. Total biaya tetap sebesar Rp. 150.000.000,- dan total biaya variabel sebesar Rp.250.000.000,-

Perincian masing-masing biaya adalah sebagai berikut :

  1. Fixed Cost

Overhead Pabrik :     Rp.  60.000.000,-

Biaya disribusi :          Rp.  65.000.000,-

Biaya administrasi : Rp.  25.000.000,-

Total FC :                  Rp.150.000.000,-                

  1. Variable Cost

Biaya bahan    :          Rp.  70.000.000,-

Biaya tenaga kerja : Rp.  85.000.000,-

Overhead pabrik :    Rp.  20.000.000,-

Biaya distribusi : Rp.  45.000.000,-

Biaya administrasi : Rp.  30.000.000,-

Total VC :                    Rp.250.000.000,-

Penyelesaian untuk mendapatkan BEP dalam unit  maupun rupiah.

Penyelesaian :

Kapasitas produksi              100.000 unit

Harga jual per unit             Rp. 5000,-

Total Penjualan 100.000 unit x Rp 5000,- = Rp. 500.000.000,-

Untuk mencari BEP dalam unit adalah sebagai berikut :

Ini berarti perusahan membutuhkan penjualan sebanyak 60.000 unit untuk mendapatkan BEP.

Jadi perusahaan harus mendapatkan omset sebesar Rp. 300.000.000,- agar terjadi BEP.

Untuk membuktikan kedua hasil tersebut dengan :

BEP = Unit BEP x harga jual unit

BEP = 60.000 unit x Rp.5000 = Rp.300.000.000,-

Contoh Soal 2

  • Rencana penjualan tahun 2000 meliputi kedua jenis produk adalah sbb :
  1. Penjualan
Nama ProdukJumlah UnitHarga /unitTotal
Produk A15.000Rp 1.000,-Rp 15.000.000
Produk B10.000Rp 750,-Rp 7.500.000
Biaya Variabel Produk A15.000Rp 500Rp 7.500.000
Biaya variabel Produk B10.000Rp 300Rp 3.000.000

Biaya Tetap keseluruhan Rp 5.000.000 setahun.

Dengan data tersebut saudara diminta untuk :

  1. Menentukan BEP perusahaan secara keseluruhan dalam Rupiah
  2. Menentukan BEP produk A dalam unit
  3. Menentukan BEP produk B dalam unit

Jawaban :

  1. Menentukan BEP perusahaan secara keseluruhan dalam Rupiah

Rumus :

BEP (Rp) = Total Biaya Tetap / (1- (Total biaya variabel / total penjualan)

BEP = 5.000.000 / (1- (7.500.000+3.000.000) / (15.000.000+7.500.000)

BEP = 5.000.000 / (1 – 0.47)

BEP = 5.000.000 / 0.53

BEP = Rp 9.433.962,26 dibulatkan Rp 9.433.962,-

  1. Menentukan BEP produk A dalam unit

Rumus :

BEP (unit) Produk A

= Total Biaya Tetap / (Harga jual/unit – Biaya Variabel/unit).

BEP = 5.000.000 / (1.000 – 500)

BEP = 10.000 unit

  1. Menentukan BEP produk B dalam unit

Rumus :

BEP (unit) Produk B

= Total Biaya Tetap / (Harga jual/unit – Biaya Variabel/unit).

BEP = 5.000.000 / (750 – 300)

BEP = 11.111,11 unit dibulatkan 11.111 unit

Kata Kunci :

  • Biaya tetap keseluruhan Rp 25 000 000 - per tahun 1 Hitunglah BEP Perusahaan secara keseluruhan dalam Rupiah?
  • Tika membuka usaha ayam goreng dengan modal awal Rp 2 100 000 Biaya varibel per unit Rp 5 000 sedangkan harga jual Rp 8 000 / potong maka besar BEP dalam rupaiah adalah
  • contoh perhitungan bep
  • indikator untuk brek even point