Kamus Translate Bahasa Sunda + Contoh Kosakata Sehari Hari

11 min read

Kamus Bahasa Sunda –  Jika mendengar provinsi Jawa Barat pasti tidak jauh dengan bahasa Sunda. Bahasa yang satu ini memang menjadi bahasa cabang Melayu Polinesia di rumpun bahasa Astronesia. Setidaknya penutur bahasa ini ada 42 juta orang sehingga menjadi penutur terbanyak kedua yang ada di Indonesia. Tidak heran dengan banyaknya penutur, maka bahasa ini pun sudah memiliki kamus Bahasa Sunda yang khusus.

Bahasa Sunda kini menjadi populer di Indonesia, bahkan banyak juga artis dan publik fugur terkenal yang mempopulerkan bahasa ini. Tidak heran jika banyak yang tertarik untuk mempelajarinya. Cara termudah belajar bahasa suku Sunda adalah dengan translate bahasa Sunda yang ada di internet. Selain itu dengan memiliki kamus Sunda, maka akan bisa lebih mudah juga dalam mempelajarinya.

Bahasa Sunda (Basa Sunda, aksara Sunda: – , Cacarakan:ꦧꦱꦱꦸꦤ꧀ꦢ) adalah sebuah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini dituturkan oleh setidaknya 42 juta orang dan merupakan bahasa Ibu dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Bahasa Sunda dituturkan di hampir seluruh provinsi Jawa Barat dan Banten, serta wilayah barat Jawa Tengah mulai dari Kali Brebes (Sungai Cipamali) di wilayah Kabupaten Brebes dan Kali Serayu (Sungai Cisarayu) di Kabupaten Cilacap, di sebagian kawasan Jakarta, serta di seluruh provinsi di Indonesia dan luar negeri yang menjadi daerah urbanisasi Suku Sunda.

Dari segi linguistik, bersama bahasa Baduy, bahasa Sunda membentuk suatu rumpun bahasa Sunda yang dimasukkan ke dalam rumpun bahasa Melayu-Sumbawa.

Sebelum belajar bahasa suku Sunda atau menggunakan terjemahan bahasa Sunda, ada baiknya jika mengetahui terlebih dahulu tingkatan bahasa Sunda. Bahasa ini terbagi jadi 3 tingkatan yakni bahasa halus, bahasa biasa, dan bahasa kasar. Untuk mudahnya, ada bahasa yang dipakai untuk kebutuhan formal dan informal. Bahasa formal sangat mudah ditemukan di Kamus Bahasa Sunda dimana biasa dipakai untuk berbicara dengan orang yang lebih tua. Sedangkan bahasa informal kerap dipakai untuk berbicara dengan sama usia atau di bawahnya.

Sejarah dan Penyebaran Bahasa Sunda

Bahasa Sunda terutama dipertuturkan di sebelah barat pulau Jawa, di daerah yang dijuluki Tatar Sunda (Pasundan). Namun, bahasa Sunda juga dipertuturkan di bagian barat Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Brebes dan Cilacap, dikarenakan wilayah ini dahulunya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh. Banyak nama-nama tempat di Cilacap yang masih merupakan nama Sunda dan bukan nama Jawa seperti Kecamatan Dayeuhluhur, Cimanggu, dan sebagainya.

Selain itu menurut beberapa pakar bahasa Sunda sampai sekitar abad ke-6 wilayah penuturannya sampai di sekitar Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah, berdasarkan nama “Dieng” yang dianggap sebagai nama Sunda (asal kata dihyang yang merupakan kata bahasa Sunda Kuno). Seiring transmigrasi dan imigrasi yang dilakukan etnis Sunda, penutur bahasa ini telah menyebar sampai ke luar pulau Jawa. Misalkan di Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tenggara di mana penduduk etnis Sunda dengan jumlah signifikan menetap di daerah luar Pasundan tersebut.

Bahasa Sunda Beserta Contoh Kosakata Sunda Sehari Hari dan Artinya

Bahasa Sunda dituturkan di kawasan hampir semua wilayah provinsi Jawa Barat dan juga Banten. Selain itu, bahasa daerah ini pun juga masih banyak digunakan di kawasan Jawa Tengah terutama di sebagian wilayah Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap. Sebagian kawasan Jakarta dan juga daerah urbanisasi suku Sunda pun juga banyak yang menggunakan bahasa ini sehingga translate bahasa Sunda pun populer.

Dialek pada bahasa suku Sunda ini beragam sesuai dengan daerahnya. Jika ingin mengetahui dialeknya, maka Kamus Bahasa Sunda bisa menjadi panduan untuk mempelajari bahasa ini. Bahasa suku Sunda dibedakan dalam enam dialek yakni dialek barat yakni bahasa Banten, dialek utara, dialek Tengah Timur, dialek selatan yakni Priangan, dialek timur laut termasuk bahasa suku Sunda Cirebon hingga dialek Tenggara. Jika kesulitan dalam mencari artinya, maka bisa juga menggunakan bantuan dari google translate bahasa Sunda.

Sebelum lebih lanjut menuju pembelajaran belajar bahasa sunda lebih jauh, ada baiknya kamu mengetahui beberapa hal berikut ini sebagai informasi awal.

  1. Bahasa Sunda dipakai sebagian besar penduduk Jawa Barat ini adalah bahasa kedua terbesar di Indonesia setelah bahasa jawa dan memiliki 42 juta orang penutur.
  2. Bahasa sunda terbagi menjadi 3 tingkatan, halus, biasa (loma) dan kasar. secara sederhana saya membaginya kedalam bahasa formal dan informal.

Kategori formal di gunakan kepada orang yang lebih tua atau orang yang belum dikenal. dan Bahasa Informal boleh kamu gunakan pada teman yang sudah akrab.

Contoh:

› Rék kamana? Mau kemana (Informal).

› Badé kamana? Mau kemana (formal).

Kamu dapat menggunakan kalimat ini, misalnya, ketika berpapasan dengan orang di lingkungan baru kamu, untuk sekedar berbasa-basi.

“Badé kamana, pak/bu?” (Mau kemana, pak/bu)

Disarankan untuk tidak menggunakan kalimat informal;

“Rék kamana, pak/bu? ” (Mau kemana, pak/bu)

Meskipun memiliki arti sama, namun kata “rek (kamana)” terkesan tidak sopan bila digunakan pada orang yang kurang kita kenal.

Cara Membaca Huruf Sunda

e , é dan eu dalam belajar bahasa sunda berhuruf sama namun cara pengucapannya berbeda, secara sederhana;

» Pengucapan huruf e sama dengan pengucapan pada bahasa Indonesia umumnya.
» Pengucapan huruf é seperti pengucapan huruf e dalam kata ; (kota) Serang, pendek, mereka dll.
» Pengucapan huruf eu seperti pengucapan huruf e dalam kata; peuyeum, Pasteur

Fonetis

Saat ini Bahasa Sunda ditulis dengan Abjad Latin dan sangat fonetis. Ada lima suara vokal murni (a, é, i, o, u), dua vokal netral, (e (pepet) dan eu (ɤ), dan tidak ada diftong. Fonem konsonannya ditulis dengan huruf p, b, t, d, k, g, c, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, r, dan y.

Konsonan lain yang aslinya muncul dari bahasa Indonesia diubah menjadi konsonan utama (f → p, v → p, sy → s, sh → s, z → j, dan kh → h). Aksara Sunda Baku kini memiliki fitur yang mampu menuliskan kata-kata serapan dari bahasa Indonesia maupun asing dalam penulisan bahasa Sunda.

Berikut adalah fonem dari bahasa Sunda dalam bentuk tabel. Pertama vokal disajikan. (Silahkan isi sesuai keinginan)

 

Vokal
Depan Madya Belakang
Tertutup
Tengah e ə o
Hampir Terbuka (ɛ) ɤ (ɔ)
Terbuka a

Dan di bawah ini adalah tabel konsonan.

 

Konsonan
Bibir Gigi Langit2
keras
Langit2
lunak
Celah
suara
Sengau m n ɲ ŋ
Letap p b t d c ɟ k g ʔ
Desis s h
Getar/Sisi l r
Hampiran w j

 

Penyebutan Orang Dalam Bahasa Sunda

Bila di jawa ada kata Mas atau Mbak, di Sunda ada juga kata AA dan Tétéh. Kata AA dan teteh sebetulnya digunakan untuk panggilan sopan seorang adik pada kakaknya.

AA untuk kakak laki-laki dan Tétéh untuk kakak perempuan, namun dalam prakteknya kata ini digunakan untuk panggilan kepada orang yang lebih tua umurnya atau kita hormati.

Ada juga panggilan-panggilan sunda lain, diantaranya;

» Uwa untuk laki-laki atau perempuan yang menjadi kakak dari orangtua.
» Bibi untuk perempuan adik dari orang tua, atau istri dari adik laki-laki orangtua anda.
» Amang/Emang adalah sebutan untuk adik laki-laki dari orang tua anda.
» Neneng /Neng adalah panggilan untuk anak kecil (perempuan).
» Ujang / Jang adalah panggilan untuk anak kecil (laki-laki).

Pada prakteknya kata neng dan ujang digunakan juga sebagai panggilan orang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Jadi, walaupun umur kita sudah 20 an, orang yang usianya lebih tua dari kamu kadang masih tetap memanggilmu dengan “neng/ujang”.

» Abah adalah sebutan untuk Ayah.
» Ema adalah sebutan untuk Ibu.

Pada prakteknya kata Abah dan Ema juga bisa disematkan ke Nenek atau Kakek atau juga kepada sesepuh atau orangtua yang dihormati.

» Akang / Kang biasanya digunakan sebagai panggilan seorang istri untuk suaminya.

Namun bisa digunakan pula untuk panggilan pada seseorang yang lebih tua atau dihormati atau untuk penggilan akrab pada seseorang, fungsinya sama seperti Aa.

Kosa Kata Bahasa Sunda Sehari-hari

Bahasa Sunda juga memiliki kosa kata yang digunakan untuk sehari-harinya. Kata yang dicetak pertama sebelum tanda (/) adalah kata kata sunda yang baik untuk digunakan. Dibandingkan kata sunda setelah tanda (/) yang lebih baik digunakan kepada orang yang sudah kenal dekat.

BAHASA INDONESIA BAHASA SUNDA
Permisi Punten
Terima Kasih Hatur Nuhun
Bagaimana, Sehat? (Apa Kabar?) Kumaha, Damang?
Cantik Banget Geulis Pisan
Ganteng Banget Kasép Pisan
Ada – Ada Saja Aya – Aya Waé.
Ya Iya Dong Nya Enya Atuh.
Jangan Lupa, ya Tong Hilap, nya
Mau Kemana? Badé Kamana? / Rék Kamana
Lagi Ngapain? Nuju Naon / Keur Naon.
Bagaimana (Dong) Kumaha (Atuh)
Kenapa / Apa Kunaon / Naon
Kapan Iraha
Siapa (Kamu) Saha (Anjeun/Manéh/Didinya)
Darimana Timana
Kemana Kamana
Sebentar Lagi Sakedap Deui / Sakedeung Deui
Jangan Pura – Pura Tong Api – Api
Apa Cobaa? Naon ciing?
Gimana Nanti Aja Kumaha Engké Weh
Jangan Melamun Tong Ngalamun
Kasihan Karunya Teuing
Duluan ya Tipayun nya / Tiheula nya
Cuma Gitu Doang Ngan Kitu Hungkul
Sedikit (Banget) Sakedik / Saeutik (Pisan)
Banyak (Banget) Se-eur / Loba (Pisan)
Santai Aja Kalem Weh
Sama Aja Sami Waé / Sarua Waé
Sama – Sama Sami – Sami
Terserah Kamu (Aja) Kumaha Anjeun / Kumaha Manéh (Wéh)
Sekarang Ayeuna
Kemarin Kamari
Besok Isukan
Enak Banget Raos Pisan
Banyak Maunya Loba Kahayang
Seru Kayaknya Rame Jigana.
Yang bener? Nu Leres / Nu Bener
Dengarkan Dangukeun / Dengekeun
Jadi Nggak? Arék Moal
Apa Dong? Naon Atuh
Diem Dong Cicing Atuh
Males Ah Horéam Ah
Ngantuk Ih Tunduh Euy
Pengen Hoyong / Hayang
Gak Ngerti Teu Ngartos / Teu Ngarti
Kirain Sugan teh
Kemana Aja Kamana Wae
Jijik Ih Geleuh Ih
Selamanya Salawasna
Cinta Bogoh
Suka Resep
Ini Ieu
Itu Eta
Ya Enya
Tidak Teu / Henteu
Eta didinya Itu disana
Ieu didieu Ini disini
Barangkali Manawi
Pelan-Pelan Dong Lalaunan Atuh
Lagi Nyari Apa Nuju Milarian Naon / Keur Neangan Naon
Lagi Nunggu Siapa Nuju Ngantosan Saha
Gak Punya Teu Gaduh
Cobain Dulu Aja Cobian heula weh
Kesini Dong Kadieu atuh
Gak Apa-Apa? Teu kunanaon?
Apa – Apaan Ini Nanaonan Ieu.
Hati – Hati Di Jalan Kade di jalan
Cepet Dong! Enggal Atuh / Buru-Buru Atuh
Jangan Marah Dong Tong Ngambek Atuh
Gak Bisa Teu Tiasa / Teu Bisa
Menyesal Banget Hanjakal Pisan
Nanti Saja Engkin Weh / Engke Weh
Kalau Lamun
Berapa Sabaraha
Satu Hiji
Dua Dua
Tiga Tilu
Empat Opat
Lima Lima
Enam Genep
Tujuh Tujuh
Delapan Dalapan
Sembilan Salapan
Sepuluh Sapuluh
Sebelas Sabelas
Seratus Saratus
Seribu Sarébu.
Gak Tahu Duka/Teu Terang
Laki – Laki Lalaki
Perempuan Awéwé
Lagi Deui
Membuat Nyieun
Memakai Maké
Kecil Leutik
Tua Kolot
Muda Ngora
Gila Kamu Gelo Manéh
Jangan Begitu Dong Tong Kitu Atuh
Kira – Kira Kinten – Kinten
Nyesel Banget Kaduhung (Pisan)
Semuanya Sadayana / Kabeh
Ngasih Méré
Teman Réréncangan / Babaturan
Jelek Goreng
Mudah Banget Gampil Pisan/Gampang Pisan
A
Abu = Kekebul
Abu Rokok = Calacah
Ada = Aya
Adalah = Nyaeta
Adik = Rai, Adi, Pun Adi
Air = Cai
Ajar = Wuruk, Atik ; Belajar = Diajar ; Ajaran = Wurukan, Atikan
Akan = Bade, Arek
Akan = Bakal
Alis = Halis
Alis = Halis = Kening
Anak = Budak, Murangkalih
Anak Adik = Suan
Anak Kakak = Alo
Anak Kecil = Budak Leutik, Murangkalih
Aneh = Aheng
Angsa = Soang
An-jing = Gogog
Apa = Naon ; Mau Apa = Bade Naon, Erek Naon
Api = Seuneu
Asam = Haseum, Asem (Benda)
Asin = Asin
Asin Sekali = Molelel
Atas = Luhur
Ayam = Hayam
B
Ba-bi hutan = Bagong
Badan = Awak, Waragad
Bagian = Bagean
Bagus = Sae, Alus
Bahagia = bagja
Bahu = Taraju, Pundak, Taktak
Baju = Raksukan, Anggoan, Acuk
Ballpoin = Pulpen
Bambu = Awi/Haur
Bangun Tidur = Gugah, Hudang (bahasa kasar)
Bantu = Bantos ; Bantuan = Bantosan ; Membantu = Ngabantos, Ngabantuan
Bapak = Pun Bapa, Tuang Rama
Baru = anyar
Barusan = Nembe, Bieu, Karek Bieu
Batas = Wates
Batu = Batu
Batu Kapur = Apu
Bawah = Handap
Bayangan = Sawangan
Bayang-bayang = Kalangkang
Bayi = Orok
Bebek = Entog
Begitukah = Baruk
Bekas = Tilas, Urut
Belakang = Pengker, Tukang
Belalang = Simeut
Belalang Sembah = Congcorang
Benar = Leres, Bener
Beol = E’e’, Miceun, Modol
Berangkat = Mios, Angkat, Indit
Berapa = Sabaraha
Berapi-api = Nyeuneu
Berasal dari mana = Kawit timana / kawit timanten
Berbinar-binar (mata) = Cureuleuk
Berdasarkan = Dumasar
Bergembira = galumbira
Bergoyang = Ngageol, Ngagitek
Berkaitan = Patali
Berkelahi = Gelut
Berkilau = Mencrang
Besar = Ageung, Gede, Badag
Besi = Beusi
Besok = Enjing, Isuk
Besok Lusa = Pageto
Betet = Ekek
Betis = Bitis, Wetis
Bibir = Lambey, Biwir
Bidang = Widang
Bilangan = Wilangan
Bintang = Bentang
Biru = Bulao
Bisa = Tiasa
Bisa kenalan gak = Tiasa wanoh teu
Bodoh = Bodo, Boloho
Bra = Kutang, Beha
Buka = Muka
Bukan = Sanes, Lain
Bukit = Gugunungan
Bulan = Sasih (Almanak), Bulan
Bulan Sabit = Bulan Sapasi
Bumi = Dunya
Burung = Manuk
Burung Hantu = Bueuk
C
Cabang = Cagak
Cabe = Cabe
Capung = Papatong
Cari = Teang, Pilari, Neang ; Mencari = Milari, Neangan
Celana = Lancingan, Calana
Celurit = Arit
Cicak = Cak cak
Coba = Cobi ; Mencoba = Nyobian, Nyobaan, Ngajaran
Cobek = Coet
Cubit = Ciwit
Cuci = Wasuh, Ngumbah
Cuci Baju = Nyeuseuh
Cuci Piring = Kukumbah Piring
Cukup = Cekap
Cuma/Saja = Mung, Ngan
D
Dada = Dada, Payun
Dagu = Gado, Angkeut
Dahaga = hanaang
Dahi = Taar, Tarang
Danau = Situ
Dari = Ti
Dari Tadi = Titadi
Darimana = Kawit, Timanten
Datang = Dongkap, Sumping, Mulang, Balik (bahasa kasar)
Dekat = Caket, Deukeut
Delapan = Dalapan
Dengan = Sareng, Eujeung
Depan = Payun, Hareup
Desa = Lembur
Dia = Manehna
Dikesampingkan = Disingkahkeun
Dingin = Tiis (benda), Tiris (suhu)
Dompet = Loket
Dua = Dua
Dua Belas = Dua Belas
Dua Puluh Lima = Salawe
Duda = Duda
Dulu = Heubeul ; Dahulu = Baheula
Dunia = Dunya
E
Elang = Heulang
Elus = Usap
Empat = Opat
Enam = Genep
G
Gabung = Rampak
Gadis = Parawan
Garam = Uyah
Garuda = Dadali
Garuk = Garo
Gatal = Ateul
Geli = Getek
Gelitik = Eleketek
Gembira = Gumbira
Gemuk = Bayuhyuh
Gerah = Hareudang, Kareunang
Gergaji = Ragaji
Gerobak = Gorobak
Gigi = Waos, Huntu
Gila = Gelo, Teu Eucreug
Golok = Bedog
Gula = Gula
H
Habis = Seep, Beak ; Menghabiskan = Nyeepkeun, Meakeun
Hangat = Haneut
Hari = Dinten, Poe
Harimau = Maung
Hebat = Edun
Hewan = Sasatoan
Hidung = Pangambung, Irung
Hijau = Hejo
Hisap = Seuseup
Hitam = Hideung
Hitam Legam = Hideung Lestreng
Huruf = Aksara
Hutan = Leuweung
Hutan Gundul = Leuweung Carengcang
Hutan Rimba = Leuweung Geledegan
I
Ibu = Pun Biang, Indung
Ibu Jari = Jempol
Ijin = Widi ; Diijinkan = Diwidian
Ikan = Lauk
Ilmu = Elmu
Ingat = emut/inget
Ingin = Hoyong, Palay, Hayang
Ingkar Janji = Jangji Sulaya
Istri = Garwa,Pun Bojo, Pamajikan
Itik = Meri
Itu-itu juga = Eta-eta keneh
Iya = Muhun, Sumuhun
J
Jadi = Janten ; Sedang Terjadi = Lumangsung
Jahil = Jail
Jahit = Kaput ; Menjahit = Ngaput
Jalan (benda) = Galur
Jalan (kerja) = Papah, Leumpang
Jam Berapa = Tabuh Sabaraha
Jam berapa sekarang = Tabuh sabaraha ayeuna
Janda = Randa
Janda Kembang = Randa Bengsrat
Janji = Jangji
Jari = Ramo
Jari Manis = Jarhiji
Jari Telunjuk = Curuk
Jari Tengan = Panengah
Jauh = Tebih
Jelas = Eces ; Menjelaskan = Ngaceskeun
Jelek = Awon, Butut
Jemari = Ramo, Reuma
Jendela = Jandela
Jengkel = Keuheul
Jepit = Capit
Jidat = Tarang, Taar
Jijik = Geuleuh
Jilat = Letak, Lamot
Jitak = Teke
Jurang = Gawir
K
Kabarnya gimana baik = Kumaha damang
Kaget = Soak, Reuwas
Kain = Layon, Kaen
Kakak = Raka, Lanceuk, Pun Lanceuk
Kakak Ipar = Dahuan
Kakek = Aki
Kaki = Sampean, Suku
Kalah = Kawon, Eleh, Keok
Kalian = Aranjeun, Maraneh
Kambing = Embe
Kami/Kita = Urang
Kamu = Anjeun, Hidep, Maneh (bahasa kasar)
Kanan = Katuhu
Kandang = Kurung
Kapan = Iraha
Karet Penghapus = Panghapus
Kasian = Karunya, Deudeuh
Katak/Kodok = Bangkong
Kawin = Nikah
Kayak/Seperti = Siga
Kayaknya = Sigana
Kayu = Kai
Kebahagiaan = kabagjaan
Kecil = Alit, Leutik
Kecoa = Cucunguk
Kelakar = Ngabodor
Kelingking = Cingir
Keluarga = Kulawarga
Kemarin = Kamari
Kemarin Lusa = Mangkukna
Kemauan = Kahoyong, Kahayang
Kenyak = Wareg
Kepala = Mastaka, Hulu, Sirah
Keras = Teuas ; Mengeras = Ngabagel, Neuasan
Kerbau = Munding
Keringat = Kesang
Kerja = Damel, Gawe ; Pekerjaan = Padamelan, Pagawean
Kertas = Keretas
Kesana = Kaditu
Kesini = Kadieu
Ketek = Kelek, Ingkab
Ketel = Katel
Ketika/Saat = Basa, Waktos
Kira-kira = Kinten-kinten
Kiri = Kenca
Kolam Ikan = Balong
Kolam Lumpur = Leuwi
Kota = Dayeuh
Kota Pinggiran = Pasisian
Kucing = Ucing
Kuku = Kuku, Tanggay
Kumis = Kumis, Rumbah
Kuning = Koneng
Kunyit = Koneng
Kupu kupu = Kukupu
Kura-kura = Kuya
Kurang = Kirang
Kursi = Korsi
Kurus = Peot
Kutilang = Cangkurileung
Kutu busuk = Tumbila
L
Lagu = Tembang, Kawih, Langgam
Lain = Sanes, Sejen
Lainnya = Sejena
Lalat = Laleur
Lama = Heubeul (barang), Lami, Lila
Lapang = Tegal
Lapangan = Tegalan
Lapar = lapar
Lari = Lumpat
Layang-layang = Langlayangan
Lebih = Langkung, Leuwih ; Melebihi = Alabatan
Leher = Tengek, Beuheung
Lemah = Leuleus
Lemari = Lomari, Almari
Lempar = Baledog
Lidah = Letah
Lihat = Ningal , Tempo ; Kelihatan = Katembong
Lima = Lima
Luas = Lega
Lucu = Pikaseuriuen
Lumpur = Leutak
Lupa = Hilap
Lutut = Tuur
Lutut = Tuur = Dengkul
M
Maaf = Hapunten, Hampura
Main = Ameng, Ulin
Makan = Tuang (untuk orang lain) , Neda (untuk diri sendiri), Dahar (bahasa kasar)
Malam = Wengi / Peuting
Malas = Hoream
Mancung = Bangir
Mandi = Ibak, Mandi
Manis = Amis
Manis Sekali = Kareueut
Masa = Maenya, Piraku
Masalah = Perkawis, Mas alah
Masih ada = Aya Keneh
Mata = Soca, Panon
Mata Hari = Panon Poe
Mata kaki = Mumuncangan
Mau = Hoyong, Kersa
Mau makan dengan saya = Kersa tuang sareng abdi
Mau Menanyakan = Bade tumaros
Melamun = Ngimpleng, Ngalamun
Melarang = Nyaram, Nyarek
Membangun = Ngawangun
Membuka Rahasiah = Ngabolekerkeun
Memutuskan = Mutuskeun
Menakut-nakuti = Nyingsieunan
Menang = Kenging, Meunang
Menantu = Minantu
Menanyakan = Naroskeun, Tumaros
Mencair = Le eh
Mengenai = Ngenaan
Mengenang = Mieling
Menggaruk = Gagaro, Ngagaro
Menggigil = Ngadegdeg, Ngahodhod
Menginap = Mondok
Mengingat = ngemut
Menjawab = Ngawaler
Menunggu = Ngantosan, Ngadagoan
Menyaksikan = Nyiksenan
Menyerupai = Mangrupakeun
Menyesal = Kaduhung
Merah = Beureum
Merasa = Rumaos, Ngarasa
Merasa = Rumaos, Ngarasa
Merayakan = Ngareah-reuah
Mereka = Maranehna
Merem = Peureum
Merinding = Muringkak
Merpati = Japati
Mertua = Mitoha
Merupakan = Mangrupa
Minum = Eueut, Nginum
Mo-nyet = Wanara
Muda = Anom, Ngora
Mudah = Gampil, Babari, Enteng, Gampang
Mungkin = Panginten, Meureun
N
Naik = Naek ; Menaiki = Nerekel
Nama = Nami, Wasta, Ngaran
Namanya Siapa = Namina Saha
Nangis = Ceurik
Narik = Metot
Nenek = Nini
Ngantuk = Tunduh
Ngilu = Linu
Ngomong = Nyarios
Nyala = Hurung
Nyamuk = Reungit
Nyanyi = Ngalanggam, Ngawih
Nyapu = Sasapu
P
Padam = Pareum
Pagi = Enjing-enjing, Isuk-isuk
Pagi Buta = Janari
Paha = Pingping
Panas = Panas
Panjang = Panjang
Pantat = Imbit, Bujur
Parit = Solokan
Pasir = Keusik
Payudara = Susu, Pinarep
Pelangi = Layung
Peluk = Keukeup ; Dipeluk = Dikeukeupan
Pematang Sawah = Galengan
Pemerintah = Pamarentah
Pemukul = Paneunggeul
Pendek = Beke, Pendek ( Ukuran tubuh )
Pendek = Pondok
Pengantin = Panganten
Penitih = Panitik
Pensil = Patlot
Penyakit = panyawat
Pepohonan = Tatangkalan
Peralatan = Parabot
Perasaan = Raraosan
Pergi = Angkat, Mios, Indit
Perjaka = Bujangan
Perkenalkan = Nepangkeun
Permisi = Punten
Perut = Patuangan, Beuteung
Pesek = Pegek
Piknik = Pelesir
Pinggang = Cangkeng, Angkeng
Pinggiran Rumah = Pipir
Pintar = Pinter
Pintu = Panto
Pipi = Damis, Pipi
Pipit = Piit
Pisau = Peso
Plastik = Palastik
Pohon = Tangkal
Polisi = Pulisi
Pria = Pameget, Lalaki
Pukul = Teunggeul
Pulang = Mulih, Uih, Balik
Punggung = Tonggong
Pusat = Puseur
Putih = Bodas
R
Rambut = Buuk
Rangkul = Tangkeup
Rawa = Ranca
Rawit = Cengek
Remaja = Wanoja, Rumaja
Rias = Dandan
Ribut = Pasea
Rindang = Hieum
Ruangan = Rohangan
Rumah = Rorompok, Bumi, Imah
Ruwet = Rungsing
S
Sahabat = Sobat
Sahabat Dekat = Sobat Dalit
Sakit = nyeri, Kasakit ; Penyakit = Panyakit
Salah = Lepat, Teu Leres
Sama = Sami, Sarua ; Sesama = Papada
Sambal = Sambel
Sambat = Nyambat
Sambit = Sabet, Kadek
Sampah = Runtah
Sana = Ditu ; Sebelah Sana = Palih Ditu
Sandal = Sendal
Sandal Jepit = Sendal Capit
Sandar ber-hak = Kelom
Sapu Ijuk = Sapu Injuk
Sapu Lidi = Nyere
Saring = Ayak
Saringan = Ayakan
Satu = Hiji
Satu Juta = Sajuta
Satu Ribu = Sarebu
Saudara = Baraya, Dulur
Saya = Abdi, Kuring, Urang, Uing, Aing
Sayang = nyaah
Sayap = Jangjang
Sebagian = Sapalih, Sawareh
Sebaliknya = Sabalikna
Sebelah = Sapalih, Sabeulah
Sebelahan = Gigireun
Sebelas = Sabelas, sawelas
Sebut = Nyebat ;Menyebutkeun = Nyebatkeun
Sedang = Nuju
Sedang sakit = udur
Sedih = tunggara
Sehat = Walagri
Sekarang = Ayeuna
Selangkangan = Palangkakan
Selokan/Parit = Solokan
Semacam = Sarupaning
Semangat = Sumanget
Sembilan = Salapan
Sempit = Heureut
Semua = Sadaya, Kabeh
Semut = Sireum
Senang = bungah
Sepatu = Sapatu
Sepuluh = Sepuluh
Sepuluh Ribu = Sapuluh Rebu
Serak (suara) = Peura
Seratus = Saratu
Seratus Ribu = Saratus Rebu
Seribu = Sarebu
Siang = Siang, Beurang
Siapa = Saha
Silakan = Mangga
Silau = Serab
Singlet = Kaos Sangsang
Sini = Dieu ; Sebelah Sini = Palih Dieu
Sisa = Sesa ; Menyisakan = Nyesakeun
Sisi = Gigir
Sobek = Soweh, Sowek
Sore = Sonten
Suami = Caroge, Salaki
Sudah = Parantos, Atos, Enggeus
Sudah Lama tinggal di sini = Tos lami linggih di dieu
Sudah makan belom = Tos tuang teu acan
Sungai = Susukan
Susah = Sesah, Hese
T
Tadi = Tadi
Tahi Lalat = Karang
Takut = Sieun
Tampar = Cabok, Gampleng, Tampiling
Tanah = Taneuh
Tanah Lapang = Tegalan
Tanda = Tanda ; Menandakan = Nandakeun
Tangan = Panangan, Leungeun
Tangga Bambu = Taraje
Tapian = Nyiru
Tau = Terang, Uninga, Nyaho
Tegel = Tehel
Teguh = Panceg
Telapak Tangan = Dampal Leungeun
Telat = Laat
Telinga = Cepil, Ceuli
Teman = Rerencangan, Babaturan
Temu = Pendak, manggih ; Ketemu = Kapendak, Kapanggih
Tentang = Perkawis
Teras = Tepas
Terbaha-bahak = Nyakakak, Ngabarakatak
Terbaik = Nyongcolang
Tergoda = Kagoda
Teringat-ingat = Kasuat-suat
Terkam = Kerekeb, Gabrug
Terkena Petir = Kabentar Gelap
Termasuk = Kalebet, Kaasup
Tersengat Listrik = Kasetrum
Tersenyum = Imut
Tersesat = Kasasab
Tertawa = Seuri
Tiang = Tihang
Tidak = Henteu
Tidak Akan = Moal
Tidak Mau = Alim, Teu Hoyong, Embung
Tidak Tau = Duka, Teu Terang, Teuing
Tidur = Kulem, Bobo, Sare (bahasa kasar)
Tiga = Tilu
Tikus = Beurit
Tinggal dimana = Linggih dimana
Tinggalnya dimana = Linggih Timanten
Tinggi (Tempat ) = Luhur
Tinggi (Ukuran Tubuh) = Jangkung
Tiri = Tere
Tolong = Bantos, Tulung ; Pertolongan = Bantosan, Pitulung
Topi = Kerepus, Topi
Tua = Sepuh, Kolot
Tujuh = Tujuh
U
Tusuk = Tojos
Uang = Artos, Duit
Uang Logam = Receh, Kencring
Uban = Huis, Salatu
Udel = Bujal
Ular = Oray
Ulat = Hileud
Ulekan = Mutu
Untuk (Kegunaan) = Paranti
Untuk = Pikeun, Kanggo, Jang
Urakan/Norak = Kampungan
Usia = Yuswa, Umur
W
Wajah = Raray, Beungeut
Wanita = Mojang, Istri, Awewe
Waria = Banci, Bencong
Warna = Kelir
Y
Ya = Muhun, Heueuh
Yang = Anu
Yang Dipakai = Anu Dianggo, Nu Dipake

Sumber : http://moch-romdhonie.blogspot.com/p/kamus-offline-indonesia-sunda.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *