Kamus Translate Bahasa Jawa+ Contoh Kosakata Sehari Hari

3 min read

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beragam ras, suku, agama, budaya, dan bahasa. Suku jawa menjadi salah satu suku terbesar yang menghuni tanah pertiwi ini. Maka tak heran jika banyak yang penasaran dan ingin mempelajarinya melalui kamus bahasa jawa atau bercakap-cakap langsung dengan penduduk sekitar. Beberapa kata sangat mudah dipahami karena menjadi serapan bahasa Indonesia. Bahasa jawa memiliki tingkatan yang berbeda mulai dari krama halus, krama inggil, dan ngoko.

Bahasa Jawa (Basa Jawa, Hanacaraka: ꦧꦱꦗꦮ, Pegon: باسا جاوا) adalah bahasa Austronesia yang utamanya dituturkan oleh penduduk bersuku Jawa di wilayah bagian tengah dan timur pulau Jawa. Bahasa Jawa juga dituturkan oleh diaspora Jawa di wilayah lain di Indonesia, seperti di Sumatra dan Kalimantan; serta di luar Indonesia seperti di Suriname, Belanda, dan Malaysia. Jumlah total penutur bahasa Jawa diperkirakan mencapai sekitar 75,5 juta pada tahun 2006. Sebagai bahasa Austronesia dari subkelompok Melayu-Polinesia, bahasa Jawa juga berkerabat dengan bahasa Melayu, Sunda, Bali dan banyak bahasa lainnya di Indonesia, meskipun para ahli masih memperdebatkan mengenai posisi pastinya dalam rumpun Melayu-Polinesia.

Sejarah tulisan bahasa Jawa bermula sejak abad ke-9 dalam bentuk bahasa Jawa Kuno, yang kemudian berevolusi hingga menjadi bahasa Jawa Baru sekitar abad ke-15. Bahasa Jawa awalnya ditulis dengan sistem aksara dari India yang kemudian diadaptasi menjadi aksara Jawa, walaupun bahasa Jawa masa kini lebih sering ditulis dengan alfabet Latin. Bahasa Jawa memiliki tradisi sastra paling tua di antara bahasa-bahasa Austronesia.

Nomina dalam bahasa Jawa umumnya diletakkan sebelum atribut yang memodifikasinya. Verba dapat dibedakan menjadi bentuk transitif dan intransitif, bentuk aktif dan pasif, atau dibedakan berdasarkan modusnya (indikatif, irealis/subjungtif, imperatif, dan sebagainya). Bahasa Jawa mengenal pembedaan antara beberapa tingkat tutur yang penggunaannya ditentukan oleh derajat kedekatan hubungan atau perbedaan status sosial antara pembicara dan lawan bicara atau orang yang dibicarakan.

Kosakata Bahasa Jawa yang Sering Digunakan

Setiap daerah di Jawa, tentunya berbeda juga kosa kata dan gaya bahasanya. Namun secara umum ada beberapa kata yang sama yang cukup sering dipakai untuk bahasa keseharian. Penduduk non jawa pun akan mengerti dengan mudah. Menerjemahkan sebuah kalimat dari bahasa jawa ke bahasa Indonesia tidak disarankan karena maknanyaya akan melenceng. Mempelajari bahasa jawa sejatinya sangat mudah dengan aktif mengobrol bersama teman atau tetangga. Adapun beberapa kosakata yang dipakai untuk keseharian adalah:

1. Menjawab pertanyaan iya dan tidak

Jika ada sebuah pertanyaan yang  jawabannya iya atau tidak kemudian menggunakan translate bahasa jawa kata iya menjadi ya. Padahal seharusnya iya adalah Enggeh, sementara tidak adalah mboten. Bagi yang belum terbiasa, akan sulit melafalkannya. Namun jika sudah tinggal lama di jawa, kata enggeh dan mboten adalah kosa kata yang sering dilontarkan dalam percakapan sehari-hari.

2. Mengenal anggota tubuh

Apabila menggunakan bahasa ngoko, maka pemakaian kosakatanya kurang lebih sama. Namun jika ingin mengetahui nama anggota tubuh versi jawa, bisa mencarinya di kamus bahasa jawa. Tangan jika ditranslate akan menjadi asto, waja adalah gigi, sementara grana berarti hidung. Orang tua Anda mungkin ada yang masih memakai krama alus ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Namun jika Anda bercakap dengan teman sebaya, bisa pakai bahasa ngoko saja yang lebih mudah pelafalannya

3. Mengenal warna

Dalam bahasa jawa setiap warna juga memiliki bahasa yang berbeda. Misalnya untuk putih adalah pethak, cemeng menunjukkan warna hitam, sedangkan abrit berarti merah. Ada beberapa kata yang tidak bisa terdeteksi oleh google translate bahasa jawa sehingga hasil yang didapatkan cukup melenceng jauh.

4. Kosa kata sehari-hari

Dalam bahasa sehari-hari, bahasa jawa yang digunakan cukup mudah dipelajari oleh orang awam. Pastinya Anda pernah mendengar seseorang mengucapkan kalimat ono opo?. Dalam kamus bahasa jawa berarti ada apa. Sedangkan jika Anda ingin menyapa seseorang di pagi hari, gunakan saja kalimat sugeng enjing. Mandi jika diterjemahkan kedalam jawa adalah siram, sementara menulis menjadi nyerat. Masih banyak kosa kata lainnya yang bisa Anda pelajari secara mandiri.

o Bahasa Indonesia  Bahasa Jawa Ngoko Bahasa Krama Inggil
1 Saya Kulo Dalem
2 Kamu Kowe Panjenengan
3 Kami Awakedhewe Kito
4 Dia Deweke Piyambakipun
5 Ini Iki Meniko
6 Itu Kui Niku
7 Apa Opo Menopo
8 Kapan Kapan Kapan
9 Dimana Ngendhi Wonten Pundhi
10 Yang Mana Singendhi Ingkangpundhi
11 Siapa Sopo Sinten
12 Mengapa Ngopo Kadhosmenopo
13 Bagaimana Piye Kadhospundi
14 Ya Yoh Inggih/Injih
15 Tidak Ora Mboten
16 Barangkali Menowo Menawi
17 Satu Siji Setunggal
18 Dua Loro Kalih
19 Tiga Telu Tigo
20 Empat Papat Sekawan
21 Lima Limo Gangsal
22 Sepuluh Sedasa Sedoso
23 Seratus Satus Setunggalatus
24 Seribu Sewu Setunggalewu
25 Orang Uwong Tiyang/Piyantun
26 Laki-Laki Lanang Kakong
27 Perempuan Wedhok/Wadhon Estri
28 Ayah Rama Romo
29 Ibu Ibu Ibu
30 Anak Lare/Putra Putro
31 Nama Jeneng/Asma Asmo
32 Uang Duwit Artho
33 Kamar Kecil (Kamar) Mburi (Kamar) Wingking
34 Air Banyu Toya
35 Jalan Dalan Mergi
36 Kira-Kira Kiro-Kiro Kinten-Kinten
37 Semua Kabeh Sedanten/Sedaya
38 Kalau/Jika Menowo Menawi
39 Lebih Luwih Langkung
40 Sangat/Sekali Banget Sanget
41 Dari Seko Saking
42 Ke Dateng Dateng
43 Sekarang Saiki Sakmeniko
44 Baru Anyar Enggal
45 Tua Tuwo Sepuh
46 Panjang Dowo Panjang
47 Pendek Cendek Cendak
48 Murah Merah Mirah
49 Mahal Larang Awis
50 Panas Benther Benther
51 Dingin Adem Asrep
52 Kemarin Wingi Kolowingi
53 Hari Ini Saiki Sakmeniko
54 Besok Sesuk Mbenjang
55 Atas Nduwur Nginggil
56 Bawah Ngisor Ngandhap
57 Lapar Ngelih Luwe
58 Bahagia Seneng Rahayu
59 Sakit Lara Gerah
60 Maaf Ngapunten Ngapura/Ngapuro
61 Pagi Esuk Enjing-Injing
62 Siang Awan Siang
63 Malam Bengi Dalu/Ndalu
64 Apa Kabar Piyekabare Pripun/Kadospundi
65 Berapa Piro Pinten
66 Silahkan Monggo Monggopunaturi
67 Terima Kasih Muwun Maturnuwun
68 Selamat Jalan Segeng Tindak Sugeng Tindak
69 Belum Durung Dereng
70 Karena Sebabe/Mergo Amargi
71 Tetapi Mergane Amargi
72 Disini Nangkene Wontenmriki
73 Baik Apik Sae
74 Jelek Elek Kirangsae
75 Betul Bener Leres
76 Cantik/Indah Apik Endah
77 Besar Gedhe Ageng
78 Kecil Cilik Alit
79 Banyak Akeh Kathah
80 Sedikit Sithik Sakedhik
81 Sama Podho Sami
82 Bisa Iso Saget
83 Punya Duwe Kagungan
84 Ada Ana Wonten
85 Mau Gelem Kersa
86 Jangan Ojo Ampun
87 Pergi Lungo Tindhak
88 Datang Teko Rawuh
89 Berjalan Mlaku Mlampah/Tindak
90 Bicara Omong Ngendika/Ngendiko
91 Bilang Ngomong Dawuh
92 Lihat Ndelok Mrisani
93 Mengerti Ngerti Ngertos
94 Makan Mangan Dahar/Nedo
95 Minum Ngombe Ngunjuk
96 Dengar Krungu Miereng
97 Tahu Ngerti Ngertos
98 Kasi Wenehi Paringi
99 Suka Seneng Remen
100 Cinta Seneng Tresna/Tresno

Dialek

Bahasa Jawa dapat dibagi ke dalam dua kelompok dialek utama, yaitu kelompok barat yang masih mempertahankan pengucapan /a/ sebagai [a] di posisi terbuka, serta kelompok tengah dan timur yang mengganti [a] dengan [ɔ]. Konsonan hambat dalam kelompok dialek barat umumnya juga masih diucapkan dengan menggetarkan pita suara.

Menurut J. J. Ras, profesor emeritus bahasa dan sastra Jawa di Universitas Leiden, dialek-dialek bahasa Jawa dapat digolongkan berdasarkan persebarannya menjadi tiga, yaitu 1) dialek-dialek barat, 2) dialek-dialek tengah, dan 3) dialek-dialek timur. Penjabarannya adalah sebagai berikut:

  1. Dialek-dialek yang dipertuturkan di wilayah barat
    1. Banyumas–Bagelen
    2. Indramayu–Cirebon
    3. Tegal–Brebes–Pekalongan
    4. Banten
  2. Dialek-dialek yang dipertuturkan di wilayah tengah
    1. Surakarta–Yogyakarta
    2. Madiun–Kediri–Blitar
    3. Semarang–Demak–Kudus–Jepara
    4. Blora–Rembang–Pati
  3. Dialek-dialek yang dipertuturkan di wilayah timur
    1. Surabaya–Malang–Pasuruan
    2. Banyuwangi (basa Using)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *