Ekosistem, Pengertian Komponen dan Contoh

Pastinya kita sering mendengar bahkan memakai istilah ‘Ekosistem’. Terutama yang berhubungan dengan bidang Ilmu Pengetahuan Alam khususnya Biologi. Sebelum membahas mengenai pengertian dan definisi ekosistem, ada baiknya perlu mengetahui awal mula penggunaan istilah ini. Istilah “ekosistem” pertama kali digunakan oleh ahli ekologi Inggris yang bernama Arthur Tansley dalam penelitiannya tentang hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya.

Orang yang mempelajari sistem interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya atau sebaliknya disebut sebagai ekologi. Ekologi sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno “oikos” yang berarti “tempat tinggal;habitat” dan “logos” bermakna “ilmu;pengetahuan”. Sementara lawan dari kata ekosistem adalah ecocide yang berarti kerusakan ekosistem di daerah atau wilayah tertentu, baik itu disebabkan oleh ulah tangan manusia maupun secara alami.

Pengertian Ekosistem

Pengertian ekosistem adalah sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tidak dapat dipisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Secara sederhana, definisi Ekosistem dapat diartikan sebagai suatu hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya(seperti tanah, udara, air, dan lain sebagainya).

Gambar Ilustrasi Lukisan Ekosistem

Pengertian Ekosistem Menurut Para Ahli

A.G. Tansley (1935)

Pengertian Ekosistem yaitu suatu unit ekologi (an ecological unit) yang didalamnya terdapat struktur dan fungsi. Struktur yang dimaksudkan dalam definisi ekosistem tersebut adalah berhubungan dengan keanekaragaman spesies (species diversity). Pada ekosistem yang strukturnya kompleks, maka akan memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi.

Adapun fungsi yang dimaksudkan dalam pengertian ekosistem menurut A. G. Tansley adalah berhubungan dengan siklus materi dan arus energi melalui komponen komponen ekosistem.

Woodbury (1954)

Pengertian Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi.

Odum (1993)

Pengertian ekosistem menurut Odum (1993), Ekosistem adalah unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan di antara keduanya saling memengaruhi. Ekosistem dikatakan sebagai suatu unit fungsional dasar dalam ekologi karena merupakan satuan terkecil yang memiliki komponen secara lengkap, memiliki relung ekologi secara lengkap, serta terdapat proses ekologi secara lengkap, sehingga dalam unit ini siklus materi dan arus energi terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya.

UU Lingkungan Hidup tahun 1997

Berdasarkan UU Lingkungan Hidup tahun 1997, ekosistem merupakan tatatan kesatuan cara yang utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Unsur unsur lingkungan hidup baik unsur biotik maupun abiotik, baik makhluk hidup maupun benda mati, semuanya tersusun sebagai satu kesatuan dalam ekosistem yang masing masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan.

Soemarwoto (1983)

Definisi Ekosistem menurut Soemarwoto (1983), ekosistem yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Tingkatan organisasi ini dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki komponen komponen dengan fungsi berbeda yang terkoordinasi secara baik sehingga masing masing komponen terjadi hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik terwujudkan dalam rantai makanan dan jaring makanan yang pada setiap proses ini terjadi aliran energi dan siklus materi.

Ekosistem merupakan gabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan hubungan timbal balik antara organisme serta lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju struktur biotik tertentu yang menyebabkan terjadinya siklus materi organisme dengan anorganisme dengan Matahari sebagai sumber dari semua energi.

Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia yaitu, “organisme, khususnya mikroorganisme bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu system control yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan.” Hal tersebut berhubungan dengan fakta bahwa kandungan kimia atmosfer serta bumi itu berbeda dan sangat terkenali intinya tidak sama dengan planet yang ada di tata surya.

Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumberdaya dan juga kondisi faktor kimiawi serta fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, hal ini disebut sebagai hukum toleransi. Misalnya, hewan Panda mempunyai toleransi pada suhu sementara itu, hewan ini hanya memiliki toleransi sedikit dalam hal makanannya yaitu Bambu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut ada bambu sebagai sumber makanannya.

Hal ini tentu tidak sama dengan makhluk hidup lain, karena manusia mampu memperluas berbagai toleransi melalui kemampuan berfikir. Di mana kemampuan berfikir ini bisa dikembangkan melalui teknologi dan manipulasi kondisi alam.

Komponen Ekosistem

Jenis Ekosistem

Leave a Comment