Cara Menghitung Siklus Menstruasi yang Benar




Perempuan ketika memasuki usia 11 tahun hingga 15 tahun berada pada fase pertumbuhan. Di mana fase tersebut ditandai dengan haid atau menstruasi. Haid atau menstruasi sendiri ialah proses keluarnya darah yang disesabkan oleh luruhnya lapisan dinding rahim yang memiliki banyak pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Pada siklus haid, terdapat beberapa proses, yaitu:

Proses Menstruasi

  • Memasuki proses menstruasi, lapisan dinding rahim akan menebal karena kerja hormon esterogen dan progesteron. Dalam istilah medis hal tersebut dinamakan lapisan endometrium. Lapisan tersebut menebal lantaran tidak adanya proses pembuahan sel telur oleh sperma. Setelah itu, dinding endometrium atau dinding rahim luruh. Luruhnya dinding ini terjadi bersamaan dengan pecahnya pebuluh darah yang ada di dalam rahim.
  • Dalam proses menstruasi, ada empat fase utama yang terjadi, yaitu menstruasi, fase folikular, ovulasi, dan fase luteal. Berikut penjelasannya:
    • Fase menstruasi atau pendarahan terjadi di hari pertama hingga ke-5 atau bahkan hingga 7 hari. Namun, hal tersebut masih dianggap normal. Hal-hal yang biasanya terjadi ialah keluarnya darah haid sekitar 10 ml hingga 80 ml, hormon progesteron turun drastis, munculnya gejala kram perut lantaran ada kontraksi akibat fase menstruasi, dan perempuan akan cenderung lebih lemas.
    • Fase Folikular, dalam fase ini kelenjar pitutari (hipofisia) elepaskan hormon yang dinamakan Follicle Stmulating Hormone (FSH). Hormon ini merangsang folikel dalam ovarium untuk tumbuh menjadi matang. Fase ini dimulai dari hari pertama haid dan berlangsung hingga hari ke-13. Dalam fase ini, hormon estrogen dan tetosteron mulai meningkat, sehingga berdampak pada meningkatnya energi dan mood.
    • Fase ovulasi atau puncak dari fase menstruasi. Sel telur yang sudah matang dilepaskan dari folikel di ovarium ke saluran tuba (tuba fallopi). Sel telur itu akan bertahan selama 12-24 jam. Sat terjadi pda hari ke 14, silia fimbriae menyapu sel telur ke tuba fallopi. Pada masa ini, wanita akan merasa lebih percaya diri dn mempunyai gairah seks yang tinggi.
    • Fase luteal atau fase terakhir yang terjadi pada hari ke-15 dan terus berlangsung hingga akhir. Peristiwa yang terjadi ialah sel telur dilepaskan selama fase ovulasi tetp di tuba falopi selama 24 jam dan apabila sel sperma tidak membuahi sel telur dalam waktu tersebut, sel telur akan pecah. Pada masa ini, wanita berada dalam perasaan yang stabil.

Siklus di setiap perempuan acap kali berbeda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa orang mengalami percepatan haid atau bahkan ada yang lebih lama. Biasanya lama haid berkisar antara 21 hingga 35 hari. Lalu bagaimanakah cara menghitung siklus haid yang normal? Berikut caranya:

  • Tandai hari pertama periode akhir menstruasi. Cara melihat tandanya adalah ketika ada arah merah segar, bukan ketika masih mengalami keputihan ataupun bercak darah cokelat.
  • Hitung mundur hingga 28 hari untuk menandakan bahwa anda subur atau tidak.
  • Memantau pada bulan berikutnya. Hal ini dilakukan untuk melihat pola yang terbentuk, teratur atau tidak.

Langkah di atas merupakan cara yang bisa digunakan ketika ingin melihat atau menghitung siklus haid yang normal. Umunya menstruasi bisa maju atau mundur dari perkiraan. Hal ini disa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti nutrisi, pola hidup, atau penggunaan alat KB. Untuk menghitung siklus menstruasi yang tidak normal caranya sebagai berikut:

  • Siapkan kalender, lalu tandai hari pertama mulai menstruasi.
  • Lakukan setidaknya 3 bulan berturut-turut.
  • Hitung siklus haid di bulan tersebut hingga haid pertama di bulan berikutnya

Contoh:

Pada tanggal 8 April Isyana mulai haid pertama. Sedangkan bulan Mei haid pertama pada tanggal 8, bulan Junia tanggal 5, dan bulan Juli tanggal 15. Maka siklus haid Isyana:

Siklus menstruasi April-Mei = 30 hari (normal)

Siklus menstruasi Mei-Juni = 29 hari (normal)

Siklus haid Juni-Juli = 39 hari (tidak normal)

Dari contoh di atas kita dapat menyimpulkan bahwa siklus haid Isyana masih dalam tataran normal. Apabila terdapat salah satu yang tidak normal mungkin dikareakan tubuh masih dalam kondisi yang tidak stabil sehingga masih dalam tataran normal. Perhitungan di atas dapat menjadi pedoman untuk para perempuan yang ingin melihat normal atau tidak siklus menstruasinya. Demikian informasi seputar cara menghitung siklus menstruasi, semoga bermanfaat!




TERKAIT

TERBARU