site traffic analytics

Cara menghitung PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan Contoh Soal



Bagi anda yang sering berbelanja atau bekerja pada pusat perbelanjaan pasti akrab dengan istilah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bukan? Tapi apa sih PPN itu? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa itu PPN dan bagaimana cara untuk menghitungnya. Simak penjelasan di bawah ini.

Pajak

Pajak memang melekat dengan kehidupan kini. Bagaimana tidak, pajak pemerintah merupakan suatu wadah untuk kesejahteraan masyarakat. Baik untuk membangun infrastruktur, maupun pelayanan-pelayanan. Di Indonesia sendiri, pajak beragam jenisnya. Salah satunya ialah PPN. PPN sendiri ialah jenis pajak tidak langsung untuk disetor oleh pihak lain seperti pedagang yang bukan merupakan penanggung pajak (konsumen akhir). Pajak ini dikenakan pada setiap proses produksi dan distribusi yang nantinya dibebankan pada konsumen yang paling akhir.

Objek PPN dikenakan pada beberapa kondisi, yaitu:

  • Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam Daerah Pabean yang dilakukan sendiri oleh pengusaha
  • Impor Barang Kena Pajak
  • Pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud yang berasal dari luar Daerag Pabean di dalam Daerah Pabean
  • Pemanfaatan Barang Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean
  • Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud ataupun Tidak Berwujud dan Ekspor Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Tarif PPN

Menurut Undang-Undang Dasar Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 7, tarif yang ditetapkan pada PPN adalah sebagai berikut:

  1. Tarif PPN adalah sebesar 10% (sepuluuh persen)
  2. Tarif PPN sebersar 0% (nol persen) diterapkan pada:
    1. Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud
    2. Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud
    3. Ekspor Jasa Kena Pajak
  3. Tarif pajak sebaimana dimaksud pada ayat 1 dapat berubah menjadi paling rendah 5% (lima persen) dan paling tinggi sebesar 15% (lima belas persen) sebgaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah.

Cara Perhitungan PPN

Agar lebih memahami, berikut kami sertakan contoh perhitungan PPN.

Contoh 1

PT Makmur menjual barang Kena Pajak secara tunai. Harga jual barang tersebut Rp. 30.000.000. Berapakah PPN yang terutang?

Penyelesaiannya ialah…

PPN yang terutang= 10% x Rp. 30.000.000 = Rp. 3.000.000

Maka, PPN yang terutang oleh PKP PT Makmur ialah sebesar Rp. 3.000.000

Contoh 2

PKP ABC menyerahkan Jasa Kena Pajak dengan memperoleh penggantian sebesar Rp. 40.000.000. Berph PPN terutangnya?

Penyelesaiannya…

PPN terutang= 10% x Rp. 40.000.000 = Rp. 4.000.000

Maka, PPN terutang yang pungut PKP ABC senilai Rp. 4.000.000

Beberapa contoh di atas merupakan cara yang mudah dalam menghitung PPN. Semoga informasi di atas berguna dan dapat membantu pembaca dalam mengetahui cara-cara yang digunakan untuk menghitung PPN.

Leave a Comment