Cara Menghitung NPV (Net Present Value)

Pada pembahasan kali ini di materiumum.com kita akan membahas salah satu bidang ekonomi, yaitu cara menghitung NPV (Net Present Value). Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara menghitung NPV, rumus dan contoh soalnya, kita perlu mengetahui apa itu sebenarnya NPV.

Apa itu NPV?

Dalam pengertiannya, NPV (Net Present Value) merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskonkan pada saat ini. NPV ini sendiri merupakan metode penganggaran modal yang digunakan untuk mengevaluasi proyek investasi aset fisik di mana bisnis mungkin ingin berinvestasi.

Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan.

Net Present Value (NPV) digunakan untuk mengetahui nilai sekarang (Present Value/PV) dari hasil investasi. Penggunaan metode ini berguna untuk membandingkan memilih investasi yang dirasa lebih menguntungkan.

Dalam penjelasan yang lebih mudah, bisa dijabarkan dalam contoh berikut; misalnya, pak Joko hari ini mendapat pinjaman uang hasil jual mobil sebesar Rp 200 juta yang ingin diinvestasikan dalam satu tahun. Pak Joko mendapat tiga pilihan untuk melakukan investasi uang yang dimiliki, yaitu;

  1. Deposito 12 bulan dengan bunga 8% per tahun,
  2. Beli rumah lalu dikontrakkan Rp 10 juta per tahun untuk kemudian semoga bisa dijual di akhir tahun dengan harga Rp 250 juta,
  3. Beli emas sekarang dan dijual akhir tahun.

Dalam menentukan pilihan paling tepat dalam berinvestasi, perlu dilakukan perhitungan NPV yang tepat dan benar. Hal ini dikarenakan perhitungan NPV ini melihat berapa jumlah uang yang akan diterima dari sejumlah uang yang diinvestasikan dalam satu tahun ke depan. Perhitungan NPV ini juga penting bagi yang ini melakukan investasi pada suatu usaha tertentu atau juga akan membuka sebuah usaha.

Pada tabel berikut ditunjukkan arti dari perhitungan NPV terhadap keputusan investasi yang akan dilakukan.

Bila… Berarti… Maka…
NPV > 0 investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan proyek bisa dijalankan
NPV < 0 investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan proyek ditolak
NPV = 0 investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun merugi Kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuangan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria lain misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan.

 

Kelebihan metode NPV

1 Memperhitungkan nilai waktu dari uang,

2 Memperhitungkan arus kas selama usia ekonomis proyek,

3 Memperhitungkan nilai sisa proyek,

Kekurangan metode NPV

1 Manajemen harus dapat menaksi tingkat biaya modal yang relevan selama usia ekonomis proyek,

2 Jika proyek memiliki nilai investasi awal yang berbeda, juga usia ekonomis yang berbeda, maka NPV yang lebih besar belum menjamin sebagai proyek yang lebih baik,

3 Derajat kelayakan tidak hanya dipengaruhi arus kas, juga dipengaruhi oleh faktor usia ekonomis proyek.

Perbandingan NPV dan PV

Net Present Value juga merupakan selisih antara present value arus manfaat (benefit) dengan present value arus biaya (cost). NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari suatu usaha selama umur usaha tersebut pada tingkat discount rate tertentu.

Sedangkan untuk Present Value (PV), berguna untuk menghitung nilai sekarang dari suatu deret angsuran seragam di masa yang akan datang dari sutau jumlah tunggal yang telah disama ratakan pada akhir periode pada sutau tingkat bunga.

Rumus Perhitungan NPV

PV = C1 / (1 + r)

Keterangan:

  • Dimana C1 = Uang yang akan diterima di tahun ke-1.
  • r                  = Discount rate/ opportunity cost of capital.
  • Tingkat pengembalian/hasil investasi (%) dari investasi yang sebanding.

Rumus menghitung NVP:

NPV = C0 + ( C1 / (1 + r))

Dimana C0 merupakan jumlah uang yang diinvestasikan (karena ini adalah pengeluaran, maka menggunakan bilangan negatif).

Suku bunga yang dipakai harus sejalan (satuan yang sama) dengan waktu arus kas. Bila waktu arus kas dalam satuan tahun, maka suku bunga juga dalam periode satu tahun, demikian pula bila waktunya dalam satuan bulan.

Perhitungan nilai investasi NPV ini memiliki satu kelemahan, yaitu tidak memperhitungkan nilai inflasi dalam periode investasi berlangsung.

Contoh Soal Perhitungan NPV

Joni pada hari ini mendapat pinjaman dari Jono sebanyak Rp 100 juta yang ingin saya investasikan selama satu tahun. Ada 3 pilihan bagi saya untuk menanamkan uang saya tersebut, yaitu :
1. Deposito 12 bulan dengan bunga 8% per tahun,
2. Beli rumah lalu dikontrakkan Rp 10 juta per tahun untuk kemudian semoga bisa dijual di akhir tahun dengan harga Rp 150 juta,
3. Beli emas sekarang dan dijual akhir tahun.

Supaya lebih mudah memilih investasi yang bisa saling menguntungkan maka Joni harus tahun berapa nilai sekarang dari hasil investasi untuk masing-masing pilihan. Atau bisa juga menganalisa berapa rupiah uang yang nantinya akan diterima Joni dari masing-masing pilihan investasi seandainya hasil investasi tersebut Joni terima sekarang.

Jawab

Pilihan investasi 1;

NPV Deposito = (-100 juta) + (108 juta / ( 1 + 0,04 ))
= (- 100 juta) + 103,85 juta
= 3,85 juta

Jadi hasil yang didapat dengan menginvestasikan uang sebesar Rp 100 juta deposito ke bank dalam setahu sebesar Rp 3,85 juta.

Pilihan investasi 2;

Untuk menghitung NPV Rumah, saya gunakan discount rate 12 % untuk mengakomodasi tingkat risiko.

NPV Rumah = (- 100 juta + 10 juta) + (150 juta / ( 1 + 0,12))
= ( – 90 juta) + 133,93 juta
= 43,93 juta

Hasil investasi kedua dengan melakukan pembelian rumah mencapai angka Rp 43,93 juta. Angka yang jauh lebih besar dibandingkan dengan melakukan investasi deposito di bank.

Pilihan investasi 3;

Untuk menghitung NPV Emas, discount rate-nya 0 %, karena emas meskipun berfungsi sebagai store of value / alat penyimpan kekayaan, emas tidak memberikan hasil.

NPV Emas = (- 100 juta) + ( 100 juta / (1 + 0,00))
= 0 juta

Karena memiliki discount rate 0% hasil investasi yang didapatkan oleh emas bernilai 0. Meski dalam kenyataannya harga emas cenderung naik terus!

Dalam perhitungan investasi emas ini, kita bisa mencoba dengan berdasarkan pada rata-rata kenaikan harga emas selama periode tertentu. Contoh rata-rata kenaikan harga emas periode 1998 hingga 2008. Harga Oktober 1998 adalah USD 300/oz dan harga Oktober 2008 adalah USD 900/oz.

Dengan penghitungan sederhana, diperoleh rata-rata kenaikan harga emas adalah 20% per tahun.

Jadi penghitungan ulang untuk NPV Emas adalah :

NPV Emas = ( -100 juta) + (120 juta / (1+0,00))
= (- 100 juta) + 120 juta
= 20 juta

Dari tiga perhitungan itu, maka dilihat dari nilai NPV yang didapat, paling banyak memberi keuntungan kalau saya beli rumah, bisa langsung saya kontrakkan selama 1 tahun dan bisa langsung dijual.

Contoh Soal 2

Bendahara PT. Arsya Jaya menganalisis 3 usulan proyek/investasi yang bersifat mutually exclusive. Dana yang dibutuhkan berkisar Rp.12.000,- dari masing-masing investasi, dan biaya modal (cost of capital) yang ditetapkan adalah 2%. Tentukan proyek/investasi yang paling feasible dari data proyek tersebut :

– NPV A = [10.000 / (1+2%)1]  + [21.000 / (1+2%)2] – 12.000

= 9.803,9 + 20.184,5 – 12.000

= 17.988,4

– NPV B = [15.000 / (1+2%)1] + [22.500 (1+2%)2]  – 12.000

= 14.705,9 + 21.626,3 – 12.000

= 24.332,2

-NPV C = [12.000 / (1+2%)1] + [19.500(1+2%)2] – 12.000

= 11.764,7 + 18.742,8 – 12.000

= 18.507,2

Dari perhitungan nilai NPV tiga pilihan investasi tersebut, proyek B memiliki besaran keuntungan yang lebih dibandingkan pada proyek A dan C dan tentu saja akan menjadi pilihan utama bagi seseorang yang ingin melakukan investasi.

Itulah informasi terkait pengertian, rumus dan contoh soal cara menghitung NPV (Net Present Value), semoga bermanfaat dan menambah wawasan ilmu bagi para pembaca, sampai berjumpa pada pembahasan lainnya.

Leave a Comment