Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Bagi keluarga yang ingin menambah momongan atau anak, perhitungan masa subur wanita menjadi salah satu hal penting. Hal ini karena dengan perhitungan ini, bisa lebih tepat dan cepat untuk memiliki keturunan. Sebenarnya cara menghitung masa subur wanita supaya cepat hamil tidak begitu sulit asalkan bisa memperkirakannya.

Masa subur ini merupakan waktu dimana sel telur dilepaskan dari ovarium menuju saluran indung telur. Dengan pembuahan terjadi setelah ovulasi, jadi pada intinya anda harus tahu kapan masa subur terjadi untuk mempermudah keluarga mendapatkan keturunan.

Masa subur sendiri bisa diketahui dari sirkulasi haid dan tentu setiap wanita tidaklah sama karena ada yang teratur namun ada juga yang terlambat. Pada kesempatan kali ini kita akan memberikan informasi bagaimana cara mengetahui masa subur wanita.

Menentukan masa subur wanita yang siklus haidnya teratur 28 hari

Bagi wanita yang memiliki siklus haid teratur pada 28 hari, perhitungan yang dilakukan cukup mudah. Yaitu dengan mengurangi hari pertama haid yang berikutnya dengan 14 hari dan sudah bisa anda dapatkan masa suburnya.

Sebagai contoh misalnya saja hari pertama anda haid adalah tanggal 3 Mei. Berikutnya tambahkan dengan 28 dan itu adalah hari pertama haid anda selanjutnya.

Contoh 3 + 28 = 31.

Itu artinya hari pertama haid anda berikutnya adalah tanggal 31 bulan Mei tersebut.

Sedangkan untuk mengetahui masa subur, cukup dengan mengurangi saja 31 dengan 14 dan ketemulah masa subur anda. 31 – 14 = 17 sehingga didapatlah hari di mana anda berada dalam keadaan subur yakni tanggal 17 bulan Mei.

Tanggal 17 itulah dimana puncak masa subur karena pada waktu itulah anda berada dalam keadaan yang paling subur. Sedangkan pada 3 hari sebelum dan sesudah puncak masa subur tersebut adalah masa subur biasa.

Dengan demikian masa subur anda dalam seminggu adalah 14, 15, 16, 17, 18, 19 dan 20. Khusus untuk tanggal 17 adalah puncak masa subur.

Menentukan Masa Subur Wanita Siklus Haid Tidak Teratur

Bagi yang memiliki siklus haid tidak teratur tidak perlu bingung, karena ada perhitungan sendiri dalam menentukan masa subur meski lebih sulit. Untuk mengetahuinya, kita perlu tahu siklus haid selama 6 bulan terakhir. Kemudian tinggal kurangi siklus haid terpendeknya dengan 18 dan hasilnya yaitu hari pertama masa suburnya dan kemudian kurangi siklus haid terpanjangnya dengan 11 dan hasilnya adalah hari terakhir masa suburnya.

Sebagai contoh misalnya selama 6 bulan terakhir berturut-turut yaitu 27, 31, 28, 29, 30 dan 26. dalam siklus haid selama 6 bulan terakhir tersebut maka masa subur anda adalah :

Hari pertama masa subur anda: 26 – 18 = 8

Hari terakhir masa subur anda: 31 – 11 = 20

Itu artinya masa subur anda adalah pada tanggal hari ke-8 dihitung dari hari pertama anda haid sampai dengan hari ke-20. Dengan begitu apabila anda haid pada tanggal 3 Maret, maka hari pertama masa subur anda adalah pada tanggal: 3 + 8 = 11 dan hari terakhir masa subur anda adalah tanggal: 3 + 20 = 23.

Untuk semakin memperkuat prediksi hari paling subur, Anda dapat menggunakan beberapa indikator lain seperti:

Suhu basal tubuh meningkat. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari. Suhu normal adalah 35,5 – 36.6 derajat celcius. Namun jika suhu tubuh Anda naik sedikit lebih tinggi dari angka tersebut, ini dapat berarti Anda telah mengalami ovulasi dalam 1 – 2 hari terakhir.

Adanya lendir dari mulut rahim. Lendir dapat terjadi mulai dari yang kental, basah, hingga yang kental, semi-transparan. Perubahan lendir ini menunjukkan perubahan kadar hormon estrogen pada tubuh, yang juga menjadi pertanda apakah ovulasi segera terjadi. Anda disebut berada pada masa sangat subur ketika cairan ini berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah. Cairan inilah yang akan memperlancar dan melindungi jalannya sperma menuju tuba falopi untuk bertemu sel telur.

Nyeri ringan hingga berat pada perut atau salah satu bagian punggung. Beberapa wanita merasakan hal ini di sekitar masa ovulasi. Rasa sakit ini sebenarnya dapat menjadi salah satu tanda untuk membantu mendeteksi masa paling subur.

Perasaan lebih bergairah. Sebagian wanita merasakan lebih bergairah, lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi saat mengalami masa subur.

Detail Siklus Haid  

Untuk lebih memperjelas apa saja yang terjadi setelah masa haid wanita, berikut adalah detail siklus haid  dari hari ke hari secara umum:

Hari ke-1 sampai 5:

  • Menstruasi terjadi karena tidak ada pembuahan atau Anda tidak mengalami kehamilan.
  • Kadar progesteron dan estrogen menjadi rendah.
  • Suhu tubuh 35.5 – 36.6 derajat Celcius.

Hari ke-6 sampai 7: Otak memproduksi hormon-hormon yang kemudian akan merangsang pembentukan sel telur.

Hari ke-8 (dapat memanjang hingga hari ke-12): Dinding rahim kembali menebal dan membuat suplai pembuluh darah meningkat, sebagai persiapan untuk menerima sel telur yang dibuahi.

Hari ke-10: lendir vagina menjadi pekat dan lengket.

Hari ke-12: lendir vagina menjadi lebih bening, licin, dan elastis, menandakan ovulasi telah dekat. Walau ovulasi masih beberapa hari lagi, hubungan seksual yang dilakukan di masa ini dapat berujung pada kehamilan karena sperma bisa bertahan hidup 2-5 hari di dalam tubuh wanita.

Hari ke-13: estrogen meningkat secara drastis sebelum akhirnya menurun.

Hari ke-14:  kadar estrogen mulai turun. Hal ini memicu produksi hormon lain yang menyebabkan ovarium melepaskan sel telur. Ini disebut ovulasi. Sel telur dapat bertahan hidup sekitar 12-24 jam.

Hari ke-15-22: jika tidak terjadi pembuahan, umumnya masa subur sudah berakhir.

Warna lendir menjadi keruh dan pekat.

Hari ke-25-27: karena tidak terjadi pembuahan, kadar progesteron mulai menurun dan lendir menjadi kental atau tidak diproduksi sama sekali.

Hari ke-28: tidak terjadinya pembuahan berarti kadar hormon estrogen dan progesteron terus menurun. Dengan menurunnya kadar hormon-hormon tersebut, menstruasi pun dimulai esok hari.