Arti Syafakillah / Syafakallah (Lafadz Arab Latin) + Jawaban

3 min read

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Agama Islam sendiri menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa utamanya mengingat agama ini pertama lahir di Jazirah Arab. Tidak heran jika beberapa kalimat Islami Bahasa Arab juga sering sekali dipergunakan di kehidupan sehari-hari seperti Alhamdulillah, Innalillah dan lain sebagainya. Tak hanya itu, ada juga kalimat syafakillah yang juga sering digunakan. Ternyata, tak banyak yang mengetahui arti dari kalimat tersebut.

Biasanya saat menjenguk orang sakit, maka akan ada ucapan semoga cepat sembuh atau get well soon dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Arab Syafakillah dan syafakallah merupakan ungkapan ataupun ucapan yang biasa disampaikan orang muslim saat menjenguk orang yang sakit.

Arti syafakillah dan arti syafakallah sebetulnya sama saja yakni “Semoga Allah memberi kesembuhan padamu”. Meski maknanya sama, tapi kedua kalimatnya berbeda. Hal ini karena kedua kalimat itu memang ditujukan untuk tujuan yang berbeda. Dalam bahasa Arab, berbicara kepada wanita dan pria memiliki aturan dan tata bahasa yang berbeda.

Syafakillah digunakan ketika yang sedang sakit tersebut adalah perempuan. Syafakallah diucapkan kepada laki-laki. Adapun untuk orang yang jumlahnya lebih dari satu, Menurut tata bahasa bahasa Arab, menggunakan kalimat Syafakumullah”.

Syafakillah dan syafakallah adalah bagian dari doa kesembuhan tersebut. Untuk lengkap dari doa kesembuhan tersebut adalah sebagai berikut:

Untuk perempuan:

“Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman”

Artinya: Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.

Untuk laki-laki:

“Syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman”

Artinya: Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.

Arti Syafahullah juga semoga Allah menyembuhkannya (laki-laki). Sementara Syafahallah artinya semoga Allah menyembuhkannya (perempuan).

Lalu bagaimana perbedaannya? Bila Syafakallah dan Syafakillah diucapkan untuk orang kedua, yang berarti untuk orang yang sedang menjadi lawan bicara. Syafahullah dan Syafahallah diucapkan untuk orang ketiga yang bisa jadi tidak sedang berada di tempat secara langsung denganmu.

Arti Syafakallah / Syafakillah Sesuai Tata Bahasa

  1. شفاك الله (Syafakallah)
    Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki-laki).
  2. شفاك الله (Syafakillah)
    Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan).
  3. شفاكم الله (Syafakumullah)
    Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian (laki-laki).
  4. شفاه الله (Syafahullah)
    Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (laki-laki).
  5. شفاها الله (Syafahallah)
    Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (perempuan).
  6. شفاهم الله (Syafahumullah)
    Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (laki-laki).
  7. شفاهن الله (Syafahunnalla)
    Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (perempuan).

Jawaban Syafakallah / Syafakillah

Jawaban Syafakallah, Syafakillah, Syafahullah, dan Syafahallah cukup bilang Aamiin atau jazakallahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu).

Jika ada orang, teman kerabat atau saudara…siapapun yang mengucapkan kata tersebut, maka dapat juga dijawab dengan bahasa Arab syafakillah yakni dengan mengucapkan Syukran yang artinya adalah terima kasih atau bisa juga menjawabnya dengan mengatakan Jazakallahu Khairan yang bermakna Semoga Allah membalas kamu dengan kebaikan.

Dalam bahasa Arab, penyebutan untuk perempuan dan laki-laki adalah berbeda. Sementara dalam bahasa Indonesia sering sama. Seperti halnya pada Syaakallah maupun Syafakillah yang berarti sama namun membedakan untuk laki-laki dan perempuan. Syafakillah dipakai untuk memberikan ucapan semoga sembuh jika yang sedang sakit saat itu adalah wanita. Namun, pada ucapan yang satu lagi adalah ucapan semoga sembuh jika yang saat itu sedang sakit adalah laki-laki.

Terkadang, bagi kita yang miskin ilmu dan kurang wawasan bingung bila ada orang, teman atau kerabat yang mengucapkan syafakallah atau syafakillah, dan bisa saja kita juga bingung menjawabnya. Setelah membaca penjelasan materiumum terkait kata tersebut, kini anda bisa menjawabnya. Jawabanya bila langsung dijawab: terima kasih atau mengaminkan doa tersebut. Jika ingin menjawabnya dengan bahasa Arab, maka jawaban syafakillah yakni dengan mengucapkan Syukran yang artinya adalah terima kasih. Anda bisa juga menjawabnya dengan mengatakan Jazakallahu Khairan yang bermakna Semoga Allah membalas kamu dengan kebaikan.

Adab Menjenguk Orang Sakit

Rasulullah menganjurkan kita menjenguk orang sakit. Sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ “حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إذَا لَقِيْتــَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاك
فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَك فَانْصَحْهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَ إِذاَ مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذاَ ماَتَ
فاتـْبَعْهُ”. (رَواهُ مُسلمٌ، بَابُ مِنْ حَقِّ الْمُسْلِمِ لِلْمُسْلِمِ رَدُّ السَّلَامِ برقم 2162)

Dari Abu Hurairah RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam, yaitu:

  • -Jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,
  • -Jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,
  • -Jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,
  • -Jika ia bersin dan mengucapkan: Alhamdulillah maka doakanlah ia dengan Yarhamukallah (artinya = mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadamu),
  • -Jika ia sakit maka jenguklah dan
  • -jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya’. (HR. Muslim, no. 2162).

Syafakillah adalah ucapan mendoakan antar sesama ketika seseorang sedang dalam kondisi sakit dan pastinya mengandung usnur kesedihan. Dengan doa tersebut, maka diharapkan jika orang tersebut akan segera sembuh dan sehat kembali seperti sedia kala. Selain arti syafakillah, banyak juga publik yang mencari makna dari kalimat syafahullah. Maknanya sebetulnya sama saja yakni mendoakan kesembuhan. Bedanya jika dua ucapan sebelumnya adalah ditujukan untuk orang kedua atau lawan bicara. Namun, jika syafahullah adalah ditujukan untuk orang ketiga.

Syafahullah bermakna Semoga Allah memberi kesembuhan kepada dia (laki-laki). Sedangkan jika ucapan itu ditujukan untuk orang ketiga perempuan, maka menjadi Syafahallah yakni Semoga Allah memberi kesembuhan kepada dia (perempuan). Dengan mengetahui arti syafakillah dan ucapan kesembuhan lainnya beserta penggunaannya, maka diharapkan Anda tidak salah lagi ketika memberikan ucapan tersebut kepada orang yang sakit sesuai dengan tata bahasanya.

Begitupun, saat kita menjenguk orang sakit, terdapat adab dan tata caranya. Jika mendengar kaar orang sakit, teman saudara atau kerabat, disegerakan untuk menjenguk dan bisa mengucak Syafakallah atau Syafakillah.

Ketika menjenguk orang sakit, Rasullah SAW juga mengajarkan kita doa untuk kesembuhan:

إِذَا دَخَلَ عَلَى مَنْ يَعُوْدُ قَالَ: لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.

Apabila Beliau mengunjungi orang yang sakit, beliau berkata, ‘Laa ba’-sa thahuurun Insyaa Allaah’

Artinya: “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah”. [HR. Al-Bukhari].

adab yang mesti diperhatikan seseorang apabila hendak menjenguk / menziarahi orang sakit, sebagaimana disebutkan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, yaitu di antaranya :

1. Ia melakukan amalan tersebut (menjenguk orang sakit) dengan niat menjalankan perintah Rasulullah SAW .

2. Ia meniatkan untuk berbuat baik terhadap saudaranya dengan menjenguknya, karena seorang yang sedang sakit apabila ia dijenguk oleh saudaranya, maka ia akan merasa senang serta menjadi lapang hatinya.

3. Ia gunakan kesempatan menjenguk tersebut untuk memberikan nasihat atau suatu arahan kepada yang ia jenguk dalam perkara yang bermanfaat, seperti menyuruhnya untuk bertaubat kepada Allah SWT, istighfar, dan menyelesaikan hak-hak orang yang lain yang belum ia penuhi.

4. Ada kemungkinan orang yang sedang sakit tersebut memiliki permasalahan mengenai bagaimana tata cara thaharah atau shalat selama sakitnya dan sebagainya, maka bila “si penjenguk” mempunyai ilmu tentangnya hendaknya ia mengajarkan kepada “si sakit”.

5. “Si penjenguk” melihat mana yang maslahat bagi “si sakit”, apakah dengan ia berlama-lama berada di sisi si sakit atau cukup hanya sebentar saja.

Jika ia melihat “si sakit” senang, atau terlihat gembira dan juga menyukai bila ia berlama-lama di tempat tersebut, maka ia pun menahan dirinya lebih lama di sisi orang yang sedang sakit tersebut, dengan tujuan membagi kebahagiaan kepada saudaranya itu tadi.

Akan tetapi jika ia melihat yang sebaliknya, maka hendaklah ia tidak berlama-lama di tempat tersebut.

6. Hendaknya ia mengingat nikmat Allah SWT berupa kesehatan yang ia bisa dinikmatinya, karena pada umumnya seseorang tidak mengetahui kadar nikmat Allah kepadanya kecuali jika ia melihat orang yang ditimpa berupa kehilangan nikmat tersebut (sakit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *